Aset Black Diamond (COAL) Melonjak Drastis
JAKARTA, investor.id - PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) mencatatkan kenaikan total aset dan liabilitas lebih dari 20% pada laporan keuangan yang berakhir pada 30 Juni 2022.
Dalam keterbukaan informasi, dikutip Selasa (20/9/2022), Sekretaris Perusahaan COAL Stefhanie Ling menjelaskan, kenaikan total aset grup di atas 20% atau naik sebesar Rp 214,82 miliar terdiri dari kenaikan aset lancar sebesar 296,18% (sebesar Rp 168,99 miliar) dan kenaikan aset tidak lancar sebesar 32,61% (sebesar Rp 45,82 miliar).
Sedangkan, kenaikan total liabilitas grup di atas 20% (sebesar Rp 133,39 miliar) terdiri dari kenaikan liabilitas jangka pendek sebesar 141,9% (sebesar Rp 136,11 miliar) dan liabilitas jangka panjang turun 12,2% atau senilai Rp 2,72 miliar.
Adapun Black Diamond Resources mencatatkan penjualan sebesar Rp 367,07 miliar sepanjang semester I-2022, melesat jauh 572,29% dari realisasi periode yang sama tahun lalu di Rp 54,60 miliar.
Dalam laporan keuangan per 30 Juni 2022, perseroan membukukan laba neto Rp 83,38 miliar, terbang 1.327,74% dari semester I-2021 di Rp 5,84 miliar.
Sedangkan, laba neto periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada semester I-2022 sebanyak Rp 82,40 miliar, melambung 1.382% dari periode sama di tahun sebelumnya yang berjumlah Rp 5,56 miliar.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler

