Jumat, 15 Mei 2026

Dolar AS Perkasa, Rupiah Masih Dalam Tren Pelemahan

Penulis : Lona Olavia
20 Sep 2022 | 15:21 WIB
BAGIKAN
ilustrasi nilai tukar rupiah
sumber: Antara
ilustrasi nilai tukar rupiah sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Pada penutupan Selasa (20/9/2022) sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 6 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 10 poin di level Rp 14.983 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.977.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup melemah di rentang  Rp. 14.970 - Rp. 15.020,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Selasa (20/9/2022).

Ruang diskresi terkait defisit pada APBN 2022 dan kondisi APBN semester I-2022 yang surplus menjadi semakin menguatkan bahwa momentum reformasi kebijakan subsidi yang tepat adalah tahun ini. Dengan demikian, jika terjadi risiko akibat reformasi tersebut masih dapat diredam dengan fleksibilitas APBN.

ADVERTISEMENT

Selain itu, survei pemantauan harga yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada minggu III September 2022 menunjukkan, perkembangan inflasi sampai dengan minggu ketiga September 2022 diperkirakan inflasi sebesar 1,09% (mtm).  Sedangkan penyumbang inflasi  yaitu bensin sebesar 0,91% (mtm), angkutan dalam kota sebesar 0,04% (mtm).

Sedangkan, dolar AS tetap kokoh di bawah level tertinggi dua dekade versus mata uang utama pada hari Selasa, karena investor bersiap untuk Federal Reserve untuk melanjutkan kampanye kenaikan suku bunga yang agresif untuk mengendalikan inflasi yang terlalu panas.

Imbal hasil Treasury AS dua tahun, yang sangat sensitif terhadap ekspektasi kebijakan, naik setinggi 3,970% semalam untuk pertama kalinya sejak November 2007. Imbal hasil 10-tahun mencapai tertinggi 3,518%, level yang tidak terlihat sejak April 2011.

Bank sentral secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin bps pada hari Rabu, meskipun para pedagang juga memperkirakan kemungkinan kenaikan mengejutkan sebesar 100 bps. Ekspektasi untuk kenaikan tajam oleh The Fed diperkuat setelah data pekan lalu menunjukkan inflasi AS mendekati level tertinggi 40 tahun pada Agustus.

Bank of Japan memutuskan kebijakan pada hari Kamis, dan secara luas diperkirakan akan mempertahankan pengaturan stimulus ultra-mudah tidak berubah. Mereka termasuk menyematkan imbal hasil 10-tahun mendekati nol. Dan Bank of England akan memutuskan kebijakan pada hari Kamis. Investor terbagi atas apakah kenaikan 50 atau 75 basis poin sedang dalam perjalanan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 9 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 41 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 52 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia