Jelang Putusan The Fed, Rupiah Makin Tertekan
JAKARTA, investor.id - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi melemah 24 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp15.008 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.984 per dolar AS.
Sementara itu, dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya mendekati level tertinggi dua dekade pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), karena investor bersiap untuk kenaikan suku bunga agresif lainnya dari Federal Reserve, fokus utama dalam seminggu yang penuh dengan pertemuan bank-bank sentral.
The Fed memulai pertemuan dua hari pada Selasa (21/9/2022), dengan pedagang berjangka menilai peluang 83 persen untuk kenaikan suku bunga 75 basis poin dan probabilitas 17 persen untuk pengetatan 100 basis poin.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, berada di jalur untuk kenaikan mingguan kelima dalam enam pekan dan terakhir naik 0,5 persen pada 110,10, tepat di bawah tertinggi lebih dari 20 tahun di 110,79 yang disentuh awal bulan ini.
Sejauh tahun ini, dolar telah melonjak sekitar 15 persen, dengan kecepatan persentase kenaikan tahunan terbesar dalam 41 tahun.
"Sulit untuk melihat puncak dolar saat ini. Kekuatan jangka pendek mendorong permintaan dolar: kombinasi dari sentimen risiko yang lemah, kekhawatiran resesi global, Fed yang hawkish, dan perang di Ukraina," kata Vassili Serebriakov, ahli strategi valas di UBS di New York.
"Dolar akan berubah lebih rendah begitu inflasi AS mencapai puncaknya dan ekonomi global turun, tetapi kita belum sampai di sana," tambahnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






