Rupiah Masih Loyo
JAKARTA, investor.id - Pada penutupan Rabu (21/9/2022) sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 13 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 30 poin di level Rp 14.997 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.983.
“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup melemah di rentang Rp 14.980 - Rp 15.040,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Rabu (21/9/2022).
Sementara itu, dolar AS naik di perdagangan Rabu, naik mendekati level tertinggi 20 tahun karena Presiden Rusia Vladimir Putin meningkatkan ketegangan atas Ukraina, dan para pedagang menunggu kenaikan suku bunga Federal Reserve yang substansial.
Presiden Rusia Vladimir Putin mendeklarasikan mobilisasi 2 juta cadangan militer negara itu dalam pidato video yang direkam sebelumnya Rabu, membenarkan niatnya untuk mencaplok bagian-bagian Ukraina yang saat ini berada di bawah pendudukan Rusia.
Putin juga menaikkan suhu geopolitik, membuat ancaman terselubung untuk menggunakan persenjataan nuklir negara itu untuk mempertahankan penaklukannya di Ukraina, pada saat yang sama menuduh Barat mempraktikkan "pemerasan nuklir" terhadapnya.
“Jika integritas teritorial Rusia terancam, kami akan menggunakan segala cara yang ada. Ini bukan gertakan,” kata Putin.
Dolar AS juga diuntungkan dari ekspektasi yang dipegang secara luas bahwa Federal Reserve AS akan mengumumkan kenaikan suku bunga setidaknya 75 basis poin pada hari Rabu karena upaya untuk memerangi inflasi yang sangat tinggi.
Konon, kenaikan poin persentase penuh tidak sepenuhnya mustahil karena indeks harga konsumen minggu lalu menunjukkan inflasi tetap mendekati level tertinggi 40 tahun. Ekspektasi ini mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS 2-tahun hingga 3,992% semalam, tertinggi sejak 2007, sementara imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun naik menjadi 3,604%, tertinggi sejak 2011.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






