Jumat, 15 Mei 2026

Rupiah Masih Loyo

Penulis : Lona Olavia
21 Sep 2022 | 15:27 WIB
BAGIKAN
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. 
Sumber : Antara
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sumber : Antara

JAKARTA, investor.id - Pada penutupan Rabu (21/9/2022) sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 13 poin walaupun sebelumnya sempat melemah 30 poin di level Rp 14.997 dari penutupan sebelumnya di level Rp 14.983.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup melemah di rentang  Rp 14.980 - Rp 15.040,”  kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Rabu (21/9/2022).

Sementara itu, dolar AS naik di perdagangan Rabu, naik mendekati level tertinggi 20 tahun karena Presiden Rusia Vladimir Putin meningkatkan ketegangan atas Ukraina, dan para pedagang menunggu kenaikan suku bunga Federal Reserve yang substansial.

ADVERTISEMENT

Presiden Rusia Vladimir Putin mendeklarasikan mobilisasi 2 juta cadangan militer negara itu dalam pidato video yang direkam sebelumnya Rabu, membenarkan niatnya untuk mencaplok bagian-bagian Ukraina yang saat ini berada di bawah pendudukan Rusia.

Putin juga menaikkan suhu geopolitik, membuat ancaman terselubung untuk menggunakan persenjataan nuklir negara itu untuk mempertahankan penaklukannya di Ukraina, pada saat yang sama menuduh Barat mempraktikkan "pemerasan nuklir" terhadapnya.

“Jika integritas teritorial Rusia terancam, kami akan menggunakan segala cara yang ada. Ini bukan gertakan,” kata Putin.

Dolar AS juga diuntungkan dari ekspektasi yang dipegang secara luas bahwa Federal Reserve AS akan mengumumkan kenaikan suku bunga setidaknya 75 basis poin pada hari Rabu karena upaya untuk memerangi inflasi yang sangat tinggi.

Konon, kenaikan poin persentase penuh tidak sepenuhnya mustahil karena indeks harga konsumen minggu lalu menunjukkan inflasi tetap mendekati level tertinggi 40 tahun. Ekspektasi ini mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS 2-tahun hingga 3,992% semalam, tertinggi sejak 2007, sementara imbal hasil obligasi Treasury 10-tahun naik menjadi 3,604%, tertinggi sejak 2011.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 9 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 41 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 52 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia