Jumat, 15 Mei 2026

Emas Suram Imbas Pengumuman Kebijakan The Fed

Penulis : Lona Olavia
22 Sep 2022 | 11:26 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga emas
Sumber: Antara
ilustrasi harga emas Sumber: Antara

JAKARTA, investor.id - Harga emas bergerak melemah di zona US$ 1.658,56 per troy ons. Pada pagi hari ini harga emas bergerak melemah terbebani keputusan kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve diikuti oleh menguatnya indeks dolar.

Indeks dolar bergerak di level tertingginya di zona 111.36 imbas dari kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed membuat gerak emas terpuruk. The Fed mengumumkan kenaikan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin untuk ketiga kali berturut-turut sejak Juni lalu.

Suku bunga saat ini menjadi di rentang 3.00% - 3.25% memunculkan proyeksi baru kenaikan hingga 4.25% - 4.50% pada akhir tahun ini dan 4.50%-4.75% pada akhir 2023. Gubernur Fed Jerome Powell menegaskan tekad The Fed untuk menurunkan inflasi hingga ke level 2% dengan terus melakukan pengetatan kebijakan bahkan dengan risiko pengangguran meningkat dan pertumbuhan ekonomi melambat.

ADVERTISEMENT

Data inflasi terbaru di angka 8.3% dianggap tidak menunjukkan perbaikan yang signifikan walaupun The Fed telah melakukan pengetatan kebijakan secara agresif. Bank sentral AS The Fed mengantisipasi kenaikan berkelanjutan dalam kisaran target  menandakan indikasi kenaikan 125 basis poin dalam dua pertemuan The Fed yang tersisa pada tahun 2022.

Emas sensitif terhadap kebijakan suku bunga acuan karena kondisi tingginya suku bunga acuan menguatkan indeks dolar dan turut mengerek imbal hasil obligasi AS yang melemahkan daya tarik emas. Imbal hasil obligasi saat ini berada di areal 3.55%. Pengumuman kebijakan suku bunga oleh The Fed dan ekspektasi kenaikan lebih lanjut mempengaruhi kinerja emas secara negatif.

Harga emas melemah dengan support saat ini beralih ke areal US$ 1.650,34 dan resistance terdekatnya berada di areal US$ 1.680,30. Support terjauhnya berada di areal US$ 1.643,84 hingga ke areal US$ 1.637,35, sementara untuk resistance terjauhnya berada di areal US$ 1.687,16 hingga ke areal US$ 1.693,30.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 43 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 3 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia