Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Anjlok 5%, Level Terendah Delapan Bulan

Penulis : Indah Handayani
24 Sep 2022 | 07:00 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak
sumber: Antara
ilustrasi harga minyak sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Harga minyak anjlok sekitar 5% pada Jumat (23/9/2022). Harga tersebut anjlok ke level terendah delapan bulan. Disebabkan dolar AS mencapai level terkuatnya dalam lebih dari dua decade. Ditambah lagi kekhawatiran kenaikan suku bunga akan mendorong ekonomi utama ke dalam resesi yang berpotensi memotong permintaan minyak.

Brent berjangka turun US$ 4,31 (4,8%) menjadi menetap di US$ 86,15 per barel. Angka itu turun sekitar 6% untuk minggu ini. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$ 4,75 (5,7%) menjadi menetap di US$ 78,74. Angka itu turun sekitar 7% untuk minggu ini.

Angka tersebut merupakan penurunan minggu keempat berturut-turut untuk kedua tolok ukur. Hal ini merupakan pertama kali ini terjadi sejak Desember. Keduanya secara teknis berada di wilayah oversold, dengan WTI di jalur untuk penyelesaian terendah sejak 10 Januari dan Brent untuk terendah sejak 14 Januari.

ADVERTISEMENT

Bensin dan solar AS juga turun lebih dari 5%.

Federal Reserve AS menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin pada Rabu (22/9/2022). Bank-bank sentral di seluruh dunia mengikuti dengan menaikan suku bunganya, sehingga meningkatkan risiko perlambatan ekonomi.

"Tangki minyak karena kekhawatiran pertumbuhan global mencapai mode panik mengingat paduan suara komitmen bank sentral untuk memerangi inflasi. Tampaknya bank sentral siap untuk tetap agresif dengan kenaikan suku bunga dan itu akan melemahkan aktivitas ekonomi dan prospek permintaan minyak mentah jangka pendek," ungkap Edward Moya, analis pasar senior di perusahaan data dan analitik OANDA.

Dolar AS berada di jalur untuk penutupan tertinggi terhadap sekeranjang mata uang lainnya sejak Mei 2002. Dolar yang kuat mengurangi permintaan minyak dengan membuat bahan bakar lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

"Kami memiliki dolar yang meledak lebih tinggi dan menekan komoditas berdenominasi dolar seperti minyak dan meningkatnya kekhawatiran atas resesi global yang akan datang karena bank sentral menaikkan suku bunga," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

Penurunan zona euro dalam aktivitas bisnis semakin dalam pada bulan September, sebuah survei menunjukkan resesi membayangi karena konsumen mengendalikan pengeluaran dan karena pemerintah mendesak konservasi energi menyusul langkah Rusia untuk memotong pasokan Eropa.

Indeks utama Wall Street turun lebih dari 2% pada hari Jumat karena investor khawatir tindakan kebijakan hawkish Federal Reserve AS untuk memadamkan inflasi dapat memicu resesi dan mengurangi pendapatan perusahaan. Indeks dolar mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua dekade, menekan minyak harga.

Rusia meluncurkan referendum yang bertujuan untuk mencaplok empat wilayah yang diduduki Ukraina, meningkatkan taruhan perang dalam apa yang disebut Kyiv palsu.

Di sisi penawaran, upaya untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Iran 2015 telah terhenti karena Teheran bersikeras pada penutupan penyelidikan pengawas nuklir AS, kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS, meredakan ekspektasi kebangkitan ekspor minyak mentah Iran.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 52 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia