Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: Perseroan)

Ilustrasi PT Bumi Resources Tbk (BUMI). (Foto: Perseroan)

BUMI Ingin Private Placement Rp 24 T, Yakin Pada Setuju?

Selasa, 27 Sep 2022 | 11:21 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 11 Oktober 2022. Mata acara RUPSLB adalah persetujuan atas rencana pelaksanaan/penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement dalam rangka perbaikan posisi keuangan.

Baca juga: Investor Baru Mau Masuk BUMI Lewat Private Placement Rp 24 T, Grup Bakrie Tetap Pengendali?

Sebagaimana diketahui, Bumi Resources sudah mengumumkan rencana untuk melakukan penerbitan sebanyak-banyaknya 200 miliar saham biasa seri C tanpa hak memesan efek terlebih dahulu. Harga pelaksanaan sebesar Rp 120 per saham sehingga nilai transaksinya bisa mencapai Rp 24 triliun.

Bursa Efek Indonesia (BEI) ternyata meminta penjelasan lebih lanjut mengenai rencana aksi korporasi tersebut. Hal itu terungkap dari keterbukaan informasi BUMI dalam menjawab permintaan penjelasan BEI.

Advertisement

Salah satu yang disinggung BEI perihal mitigasi risiko jika pemegang saham tidak dapat menyetujui penyelesaian kewajiban perseroan dengan private placement mengingat pemegang saham existing akan terdilusi 58,8%.

Baca juga: BUMI Mau Merdeka dari Utang

Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dileep Srivastava memberikan penjelasan bahwa perseroan berkeyakinan pemegang saham akan menyetujui rencana penyelesaian kewajiban perseroan dengan private placement karena penyelesaian kewajiban perseroan kepada kreditur akan memperbaiki kondisi keuangan perseroan melalui penurunan kewajiban secara signifikan yang diikuti dengan peningkatan profitabilitas akibat penurunan beban keuangan.

“Sehingga secara langsung akan meningkatkan valuasi ekuitas perseroan walaupun terdapat penurunan persentase kepemilikan (efek dilusi) akibat masuknya pemodal sebagai pemegang saham baru,” terang Dileep dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Begini Progres Bisnis Energi Terbarukan dan Kendaraan Listrik TBS Energi (TOBA)

Dia menambahkan, alternatif dari pelaksanaan private placement ini adalah restrukturisasi utang. Akan tetapi, berdasarkan pembicaraan sejauh ini, perseroan mungkin tidak dapat menyelesaikan restrukturisasi utang sebelum jatuh tempo utang penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

“Sebagai tambahan, berdasarkan putusan homologasi (PKPU), penyelesaian utang PKPU adalah sangat penting untuk menghindari risiko terjadi kebangkrutan,” papar Dileep.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com