Jumat, 15 Mei 2026

Emas Naik US$ 3,4 Pasca Data Inflasi AS Lebih Kuat dari Perkiraan

Penulis : Indah Handayani
1 Okt 2022 | 08:10 WIB
BAGIKAN
ilustrasi Harga emas
ilustrasi Harga emas

CHICAGO, investor.id - Harga emas merangkak naik pada akhir perdagangan Jumat (30/9/2022). Berbalik menguat dari kerugian sehari sebelumnya, setelah data menunjukkan angka inflasi AS untuk Agustus secara mengejutkan lebih tinggi dari perkiraan dan dolar sedikit melemah.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange, terdongkrak US$ 3,4 (0,2%) menjadi ditutup pada US$ 1.672 per ounce. Setelah menyentuh tertinggi sesi di US$ 1.684,4 dan terendah di US$ 1.667,5.

Harga emas menguat 1% untuk minggu ini, tetapi turun 3,1% untuk bulan ini dan 7,5% untuk kuartal tersebut.

ADVERTISEMENT

Emas berjangka turun tipis US$ 1,4 (0,08%) menjadi US$ 1.668,6 pada Kamis (29/9/2022). Setelah melonjak US$ 33,8 (2,07%) menjadi US$ 1.670 pada Rabu (28/9/2022). Serta, menguat US$ 2,8 (0,17%) menjadi US$ 1.636,2 pada Selasa (27/9/2022).

Emas mendapat dukungan karena Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Jumat (30/9/2022) bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti AS, indikator inflasi pilihan Fed, naik 0,6% pada Agustus setelah datar di Juli.

Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan pasar 0,5%, dan menunjukkan inflasi meluas, yang memperkuat ekspektasi untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve yang lebih besar.

Pada basis tahun ke tahun, PCE inti meningkat 4,9%, lebih tinggi dari perkiraan 4,7% dan naik dari 4,7% di bulan sebelumnya.

"Ekspektasi inflasi penting dan ... segalanya mulai terlihat lebih baik untuk emas," kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.

Emas sering dilihat sebagai penyimpan nilai dan lindung nilai terhadap inflasi yang tinggi dan kenaikan suku bunga Fed.

Indeks manajer pembelian Chicago, barometer bisnis Chicago, turun tajam ke 45,7 pada September dari 52,2 pada Agustus, juga memberikan mendukung terhadap emas.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 32,7 sen (1,75%) menjadi ditutup pada US$ 19,03 per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun US$ 1,1 (0,13 %) menjadi ditutup pada US$ 859 per ounce.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia