Jumat, 15 Mei 2026

Samudera Indonesia (SMDR) Mau Gelar RUPSLB, Bahas Stock Split?

Penulis : Thresa Sandra Desfika
4 Okt 2022 | 09:13 WIB
BAGIKAN
PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). Foto: Perseroan.
PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR). Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) akan menggelar rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 9 November 2022.

“Perseroan menyampaikan pemberitahuan penyelenggaraan rapat umum pemegang saham pada Rabu, 9 November 2022, waktu 10:30,” terang Direktur dan Sekretaris Perusahaan SMDR Farida Helianti Sastrosatomo dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (4/10/2022).

Direncanakan, lokasi penyelenggaraan RUPSLB di Soehanna Hall, The Energy Building, SCBD, Jakarta. Adapun tanggal daftar pemegang saham yang berhak hadir dalam RUPSLB ini pada 17 Oktober 2022. Namun demikian, belum disebutkan agenda rapat akan membahas hal apa.

ADVERTISEMENT

Sebagai informasi, Samudera Indonesia sempat menunda rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) terkait mata acara persetujuan pemecahan saham perseroan. Semula, RUPSLB itu akan diadakan pada 29 Juni 2022.

Samudera Indonesia mengumumkan rencana melaksanakan pemecahan nilai nominal saham (stock split) 1:10. Pertimbangan manajemen atas rasio pemecahan saham 1:10 di antaranya untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan menjadikan harga saham menjadi lebih terjangkau bagi para investor ritel.

Direktur Utama SMDR Bani Maulana Mulia pernah menjelaskan, kinerja year to date (ytd) SMDR sangat positif sehingga mendorong perseroan untuk terus melanjutkan rencana stock split tersebut.

“Kami masih berencana untuk melakukan stock split dari saham perseroan dan kita terus meneruskan prosesnya,” jelas Bani pada Agustus 2022 lalu.

Dia mengungkapkan, update prosesnya di mana perseroan telah diminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan valuasi berdasarkan laporan keuangan audited terbaru.

“Kami diminta untuk melakukan valuasi berdasarkan laporan keuangan audited terakhir sehingga ini yang membutuhkan waktu karena kalau kita menggunakan laporan keuangan audited di akhir 2021, maka laporan keuangan audited 2021 sudah lebih dari 6 bulan lalu,” imbuh Bani.

“Maka, yang akan kami gunakan untuk valuasi tentu yang terbaru hingga akhir semester I-2022. Makanya, oleh sebab itu proses stock split ini tentu masih membutuhkan sedikit waktu untuk kita bisa memenuhi semua persyaratan Bursa dan OJK untuk bisa melakukan eksekusi stock split nantinya,” tandas Bani.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 43 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia