Jumat, 15 Mei 2026

Dana Murah Kunci Pertumbuhan,BTN (BBTN) Genjot Tabungan Bisnis

Penulis : Parluhutan Situmorang
5 Okt 2022 | 10:07 WIB
BAGIKAN
BTN Syariah
BTN Syariah

JAKARTA, Investor.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) konsisten memperbaiki kinerja keuangan dan fundamental. Berbagai strategi dilaksanakan untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Strategi ini juga bagian dari aksi korporasi penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Bank andalan pemerintah di sektor perumahan ini terus bersolek memperbaiki kinerja dan fundamental.

Salah satu perbaikan fundamental paling signifikan adalah struktur dana, sehingga biaya dana cukup rendah dan likuiditas masih longgar. Berdasarkan laporan keuangan, BTN mencatatkan laba bersih Rp 1,47 triliun pada semester I-2022, meningkat 59,87% dari realisasi semester I-2021 tercatat Rp 920 miliar. Angka tersebut sebagai rekor baru bagi BTN sejak berdiri.

ADVERTISEMENT

Laporan keuangan perseroan mengungkap bahwa laba tersebut ditopang atas kemampuan BTN untuk menekan biaya dana alias cost of fund di tengah pendapatan bunga yang naik tipis. Beban bunga tercatat turun 27,8% menjadi Rp 4,94 triliun dibandingkan setahun sebelumnya yang tercatat Rp 6,84 triliun. Sementara pendapatan bunga hanya naik 1,1% dari Rp 12,53 triliun pada semester I-2021 menjadi Rp12,68 triliun pada semester I-2022.

Penurunan beban bunga ini ditopang strategi BTN dalam menghimpun dana murah melalui produk giro dan tabungan (current account saving account/CASA). Tercatat CASA BTN menembus Rp 137,45 triliun meningkat 22,95%. CASA memiliki porsi 45% dari total dana pihak ketiga (DPK) akhir semester I-2022 sebesar Rp307,3 triliun. Porsi ini meningkat signifikan dibandingkan setahun sebelumnya yang tercatat 37,5%.

Sebaliknya, pada semester I-2022, deposito alias dana mahal turun 8,96% menjadi Rp169,85 triliun. Otomatis porsi dana mahal turun dari 62,5% pada semester I-2021 menjadi 55% pada semester I-2022. Peningkatan porsi CASA berdampak langsung terhadap penurunan cost of fund menjadi 1,22% pada semester I-2022. Ini merupakan cost of fund terendah BTN, setidaknya dalam 12 tahun terakhir.

Uniknya, strategi pengembangan dana murah ini juga tidak membuat likuiditas BTN menjadi ketat. Likuiditas terpantau masih optimal yang tercermin pada loan to deposits ratio (LDR) di level 93,11%. Sejarah mencatat, likuiditas BTN pada tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19, selalu ketat dengan LDR di atas 100%. Misalkan pada akhir 2019 tercatat LDR 113%, sementara pada 2018 dan 2017 masing-masing tercatat 103%.

LDR yang tinggi bahkan sering disebut sebagai “kutukan” bagi BTN. Pasalnya, mayoritas pembiayaan BTN adalah kredit pemilikan rumah yang memiliki tenor sangat panjang hingga 15-20 tahun, yang dibiayai oleh DPK yang memiliki tenor sangat pendek.

Alhasil, BTN rutin menerbitkan obligasi maupun melakukan sekuritisasi aset untuk mencari likuiditas tambahan untuk mendukung pertumbuhan kredit. Namun, sejak BTN dipimpin oleh Direktur Utama Haru Koesmahargyo mitos likuiditas tinggi BTN terpatahkan. BTN mampu melonggarkan likuiditas sekaligus menurunkan cost of fund.

Analis menyebutkan BTN berada dalam jalur yang tepat dengan fokus pada pengembangan DPK terutama pada produk dana murah. Menurutnya, bila likuiditas cukup ample dan cost of fund rendah maka laba BTN bisa tumbuh secara konsisten dan berkelanjutan dari tahun ke tahun.

Analis fundamental Kanaka Hita Solvera (KHS) Raditya Pradana mengatakan, perbaikan fundamental BBTN, terutama cost of fund, menjadi kabar baik bagi investor yang sudah lama menantikan rights issue. Dengan biaya dana lebih rendah, BTN akan semakin kompetitif dalam menjalankan perannya sebagai agen pemerintah dalam menyediakan KPR untuk segmen masyarakat berpenghasilan rendah. Hal ini akan menjadi katalis positif dan bisa menjadi pertimbangan untuk melakukan akumulasi.

Right Issue BBTN menarik, karena bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perseroan dalam menyalurkan kredit perumahan guna mendukung Program Perumahan Nasional. Kami proyeksikan harga wajar BBTN saat ini berkisar pada level 2.200,” kata Raditya

Dengan mengacu ke nilai buku (book vaue), Raditya mengungkapkan, harga BBTN saat ini masih sangat menarik untuk melakukan akumulasi. “Setelah mengakumulasi saham induk, selanjutnya investor ritel perlu mengkalkulasi nilai teoretisnya terlebih dahulu agar dapat mengetahui undervalued atau overvalued,” katanya.

Agresif Tabungan Bisnis

BTN diharapkan lebih atraktif dalam menghimpun dana masyarakat. Target utama tentunya adalah nasabah KPR yang diharapkan juga menggunakan BTN untuk menabung maupun bertransaksi. Selain itu, masih ada kue besar dari dana korporasi dan nasabah besar. Kunci dari menggaet tentunya layanan harus setara dengan bank besar lainnya.

Untuk memperkuat DPK dan memperbesar porsi CASA. BTN gencar gencar memasarkan produk terbarunya yaitu Tabungan BTN Bisnis dengan menggelar roadshow ke sejumlah kota besar. Produk ini diperuntukan bagi para pebisnis khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Direktur Distribution & Funding Bank BTN, Jasmin mengatakan road show ini merupakan upaya Bank BTN mengenalkan Tabungan BTN Bisnis ke sentra bisnis di berbagai daerah dengan menyasar pelaku usaha, dari berbagai segmen dan sektor usaha, baik yang berada di industri hulu maupun hilir khususnya UMKM. “Dengan road show Tabungan BTN Bisnis ini diharapkan respon UMKM di Ibu Kota Jawa Timur ini akan lebih meningkat, kemudian ada gerai-gerai UMKM yang kita fasilitasi," katanya di sela saat Road Show Tabungan BTN Bisnis di Atrium Pakuwon Mall Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/10).

Sebelumnya Bank BTN, juga telah melakukan road show Tabungan BTN Bisnis di berbagai daerah seperti Tanah Abang-Jakarta, Singkawang, Semarang dan Medan serta akan menyusul daerah berikutnya antara lain Kota Bandung.

Menurut Jasmin, Tabungan BTN Bisnis menjadi salah satu solusi bagi para pelaku usaha yang akan mempermudah transaksi bisnisnya karena memiliki beragam fitur pendukung diantaranya limitasi transaksi yang tinggi untuk transfer. Selain itu, Tabungan BTN Bisnis juga menawarkan fitur yang dapat memudahkan pemantauan dan pencatatan pembukuan transaksi. "Tabungan BTN Bisnis ini memberikan kemudahan transaksi kepada segmen pebisnis seperti SME, perdagangan, properti dan lain-lain, baik secara individu maupun secara institusi," urainya.

Jasmin menambahkan, Tabungan BTN Bisnis dapat menunjang aliran transaksi di antara para pedagang dari supplier, pengolah bahan baku maupun penjual di rantai bisnis industri. Apalagi pertumbuhan bisnis produk lokal makin diminati dengan kualitas dan produk yang inovatif. "Pertumbuhan bisnis yang pesat perlu didukung layanan perbankan yang mumpuni dan mendukung transaksi dan Bank BTN siap melayani untuk produk Tabungan BTN Bisnis di semua cabang seluruh Indonesia," terangnya.

Sebagai informasi, saat ini BTN sedang memproses rights issue dengan jumlah maksimal 4,6 miliar saham dengan target dana Rp4,13 triliun. Hasil rights issue ini akan akan meningkatkan kemampuan BTN dalam rangka mendukung Program Perumahan Nasional, khususnya Program Pemerintah Sejuta Rumah, serta peruntukan lainnya yang mendukung pertumbuhan bisnis.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia