Jumat, 15 Mei 2026

BRI Syariah (BRIS) Perkuat Permodalan Lewat Rights Issue

Penulis : Novy Lumanauw
12 Okt 2022 | 12:10 WIB
BAGIKAN
PT BRI Syariah Tbk (BRIS). Foto: Perseroan.
PT BRI Syariah Tbk (BRIS). Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI dinilai memiliki urgensi untuk memperkuat permodalan pada tahun ini melalui rights issue, guna memperdalam penetrasi bisnis perseroan seiring perkembangan ekonomi ke depan.

Di sisi lain, hingga akhir Juni 2022 rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) baru mencapai 17,31% atau di bawah rata-rata industri perbankan Tanah Air.

Pengamat ekonomi dan perbankan dari Binus University Doddy Ariefianto mengatakan, rasio CAR pada level 17% tergolong kecil. Pasalnya bank harus mempertebal rasio permodalan seiring dengan kondisi ekonomi saat ini.

ADVERTISEMENT

“Permodalan itu penting sebagai safety. Bank beda dengan bisnis restoran. Itu restoran sebesar apapun tidak ada risiko sistemik,” kata Doddy di Jakarta, Rabu (12/10/2022).

Doddy mengingatkan saat ini rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) industri perbankan tengah naik. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukan NPL Juli 2022 sebesar 2,9%, lebih tinggi dibandingkan posisi Juni 2022 yakni 2,86%. Kendati demikian rasio NPL Juli masih lebih baik dibandingkan posisi akhir tahun 2021 yang mencapai 3,0%.

Selain itu, meningkatkan rasio CAR juga akan meningkatkan kemampuan bank dalam ekspansi kredit. Sebagaimana diketahui, BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia didorong menjadi lokomotif ekonomi syariah Tanah Air.

“Bank syariah sebesar BSI memang dituntut untuk berkiprah. Sebagai motor ekonomi syariah, akan sulit bergerak kalau rasio CAR minim,” katanya.

Doddy menambahkan rasio CAR pada level 17% sebenarnya dapat diterima. Akan tetapi bank akan kesulitan untuk bergerak lincah.

Adapun belum lama ini, BSI telah mendapatkan dukungan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI untuk menambah permodalan. Komisi VI DPR meminta BSI mempercepat aksi korporasi menerbitkan saham baru atau rights issue untuk meningkatkan rasio CAR menjadi lebih dari 22%.

“Komisi VI DPR RI meminta PT Bank Syariah Indonesia Tbk. untuk mempercepat aksi korporasi dalam rangka peningkatan capital adequacy ratio [CAR] agar dapat meningkatkan fungsi intermediasi dan mampu bersaing dengan bank lainnya,” kata Ketua Komisi VI DPR M. Sarmuji.

Sementara itu, Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengakui bahwa rasio kecukupan modal perseroan berada di bawah rata-rata industri. Oleh sebab itu, BSI berencana untuk melaksanakan rights issue pada kuartal IV-2022.

Hery menyampaikan perseroan akan melakukan rights issue senilai Rp 5 triliun yang digunakan untuk ekspansi bisnis. Nilai tersebut seiring dengan target pertumbuhan pembiayaan perseroan yang cukup tinggi.

Perseroan memproyeksikan pertumbuhan pembiayaan dengan compound annual growth rate (CAGR) lebih dari 15% sampai 2025. Mengutip laporan keuangan publikasi bank per semester I/2022, pembiayaan BSI tumbuh 18,55% secara tahunan (yoy) menjadi Rp191,29 triliun.

Secara rinci, pembiayaan mikro tumbuh 31,13% yoy, konsumer naik 21,66% yoy, wholesale 20,34% yoy, pembiayaan kartu 22,87% yoy dan gadai emas bertumbuh 20,07% yoy. Dalam keterbukaan informasi, BRIS akan menambah modal dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 6 miliar saham.

Nominal saham baru yang diterbitkan mencapai Rp500 per saham, sementara harga pelaksanaan belum ditentukan. BRIS juga menyebutkan memiliki visi untuk menjadi top 10 Global Sharia Bank dengan aspirasi aset Rp500 triliun pada 2025 dan return on equity (ROE) lebih dari 18%. Untuk mencapai aspirasi visi tersebut, perseroan melakukan ekspansi pertumbuhan baik secara organik maupun anorganik.

Sebelumnya, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo mengatakan salah satu tujuan rights issue BRIS adalah memenuhi aturan free float atau saham publik. Sebagaimana diketahui, batas minimal saham publik yang beredar adalah 7,5%. Saat ini free float BRIS baru sekitar 7,08%.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia