Salah Satu Terbaik di Dunia, Pasar Modal RI Jadi Tujuan Investasi
JAKARTA, investor.id – Pasar modal Indonesia menduduki peringkat tertinggi kelima di dunia dari sisi pertumbuhan indeks harga saham gabungan (IHSG). Sejak awal 2022 hingga 7 Oktober 2022, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 6,77%, di bawah Turki yang naik 92,05%, Chili 17,05%, Qatar 12,07%, dan Brasil 11,02%.
"Pasar modal menjadi tujuan investasi selama pandemi. Sejak awal tahun hingga 7 Oktober 2022, IHSG telah mencatatkan pertumbuhan 6,77% di atas UAE yang sebanyak 5,54%, Arab Saudi 4,22%, dan Singapura 0,71%," kata Direktur Utama BEI Iman Rachman dalam Editor in Chief Gathering IDX Market Update and Strategic Direction di Jakarta, Selasa (11/10/2022).
Iman mengungkapkan, nilai perdagangan di BEI naik 13,9% dari Rp 13,4 triliun per hari di akhir 2021 menjadi Rp 15,2 triliun per hari pada 7 Oktober 2022, kapitalisasi pasar tumbuh 11,9% dari Rp 8.256 triliun menjadi Rp 9.235 triliun, frekuensi perdagangan naik 5,2% dari 1,29 juta menjadi 1,36 juta, dan volume perdagangan naik 18,3% dari 20,6 miliar saham menjadi 24,4 miliar saham.
Lebih lanjut Iman mengatakan, Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan tertinggi di Asean dari sisi jumlah perusahaan tercatat (listed company) di pasar modal. Sejak awal 2022 hingga Agustus 2022, jumlah perusahaan baru yang tercatat di BEI bertambah 42,9% menjadi 809 perusahaan.
Pertumbuhan tersebut jauh mengungguli negara-negara Asean lainnya seperti Vietnam yang mencatatkan penambahan listed company sebanyak 16,6%, Thailand 14,7%, Malaysia 6,6%, dan Filipina 6,4%. Sementara, Singapura justru mencatatkan penurunan jumlah perusahaan tercatat sebanyak 12,1% dari 750 perusahaan menjadi 659 perusahaan.
"Hingga 7 Oktober 2022, jumlah perusahaan tercatat di BEI telah mencapai 810 emiten, atau ada penambahan 44 perusahaan baru dengan nilai emisi Rp 21,8 triliun. Saat ini masih ada 38 perusahaan yang masuk dalam pipeline BEI," jelas Iman.
Sementara itu, pada tahun 2021 total fund raised dari IPO mencapai Rp 62,61 triliun, tahun 2020 senilai Rp 5,58 triliun, tahun 2019 sebesar Rp 14,78 triliun, tahun 2018 senilai Rp 15,7 triliun, dan tahun 2017 sebesar Rp 9,6 triliun.
IHSG pun kembali mencetak rekor all time high (ATH) pada 13 September 2022 dengan menyentuh angka 7.318,016. Market cap menembus ATH pada 15 September 2022 di Rp 9.560 triliun.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






