BTN (BBTN) Disebut Telah Raih Persetujuan PMN Rp 2,48 Triliun dari Komite Privatisasi
JAKARTA, Investor.id - Komite Privatisasi BUMN dikabarkan telah menyetujui penyertaan modal negara (PMN) kepada PT Bank Tabungan Ngera Tbk (BBTN) senilai Rp 2,48 triliun. Dengan demikian, penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue BTN senilai Rp 4,13 triliun akan segera direalisasikan.
Hal tersebut diungkapkan oleh seorang pejabat yang mengetahui mengenai rapat Komite Privatisasi BTN yang digelar hari ini, Rabu (12/10/2022). "Iya benar. PMN BTN telah disetuji Komite Privatisasi. Artinya pelaksanaan rights issue BBTN sudah bisa dilaksanakan," ujarnya tanpa merinci mengenai rapat yang dimaksud.
Sesuai Keputusan Presiden Nomor 2/2021, Komite Privatisasi Perusahaan Perseroan (BUMN) dipimpin oleh Menko Bidang Perekonomian dan wakil Ketua Menteri BUMN. Ada 4 orang yang duduk sebagai anggota, yakni Menteri Keuangan, Wakil Menteri Keuangan, Wakil Menteri BUMN, dan Menteri Teknis yang membidangi usaha perusahaan persero yang melakukan kegiatan usaha.
Ketika dikonfirmasi, Sekretaris Perusahaan BTN Achmad Chaerul tidak membantah maupun mengiyakan informasi mengenai keputusan Komite Privatisasi. "Tunggu saja informasi resminya dari Kementerian," ujarnya singkat.
Sebelumnya, DPR RI juga telah menyetujui PMN kepada BTN melalui serangkaian Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat.
Persetujuan Komite Privatisasi merupakan kabar baik untuk BTN yang akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Oktober mendatang.
"Komisi XI DPR RI menyetujui Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 2,48 triliun kepada PT Bank Tabungan Negara Tbk melalui skema rights issue. Nilai rights issue porsi publik sebesar Rp 1,65 Triliun dengan porsi saham pemerintah sebesar 60% dan kepemilikan saham publik sebesar 40%," tulis salah satu kesimpulan yang dibacakan Wakil Ketua Komisi XI Amir Uskara, bulan lalu,.
PMN akan meningkatkan kemampuan bisnis dari BTN, khususnya penyaluran 1,32 juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR), yang akan mendukung target prioritas nasional di bidang perumahan, serta pengembangan bisnis berbasis ekosistem perumahan.
"BTN telah meningkatkan kinerjanya yang ditunjukkan dengan meningkatnya profitabilitas, efisiensi operasional, risiko likuiditas yang terjaga, pengelolaan aset yang berkualitas dan risiko modal yang terjaga," ujar Amir membaca kesimpulan yang keempat.
Berikutnya, DPR RI juga meminta kepada Kementerian Keuangan untuk mensinergikan ekosistem pembiayaan perumahan yang lebih efisien, antara lain sinergi BTN, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), PT Sarana Multigriya Finansial (Persero), dan lain-lain.
Selain itu, Kementerian Keuangan juga diminta untuk mengoptimalkan manfaat Privatisasi BTN dalam meningkatkan kontribusi penerimaan negara, penyediaan fasilitas KPR, meningkatkan penciptaan lapangan pekerjaan dan memperkuat industri lokal serta UMKM dari proyek perumahan yang dibiayai.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






