Lepas BBRI, BBCA, dan TLKM, Asing Catat Net Sell Rp 310 Miliar
JAKARTA, Investor.id - Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 310,12 miliar di seluruh pasar, seiring dengan koreksi indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (13/10/2022), sebanyak 28,59 poin (0,41%) menjadi 6.880,62. IHSG bergerak dalam rentang 6.880,62-6.933,71 dengan nilai transaksi Rp 9,11 triliun.
Berikut lima saham dengan net sell terbanyak sepanjang hari ini, yaitu saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 199,52 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp61,01 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 54,25 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 53,35 miliar, dan PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) Rp 39,74 miliar.
Sebaliknya kelima saham ini mencatatkan pembelian bersih (net buy) paling banyak oleh investor asing, yaitu saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 102,92 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 38,95 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 33,76 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 30,98 miliar, dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 30,34 miliar.
Penurunan indeks dipengaruhi pelemahan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor infrastruktur turun 0,95%, sektor teknologi 0,87%, sektor material dasar 0,59%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor konsumer non primer 0,53%, sektor energi naik 0,23%, dan sektor transportasi 0,14%.
Sedangkan kelima saham ini berhasil menguat, yaitu saham PT Sigma Energy Compressindo Tbk (SICO) naik Rp 38 (20,65%) menjadi Rp 222, PT Sidomulyo Selaras Tbk (SDMU) naik Rp 15 (20,27%) menjadi Rp 89, PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) naik Rp 38 (13,29%) menjadi Rp 324, PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) naik Rp 15 (11,03%) menjadi Rp 151, dan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) naik Rp 6 (10%) menjadi Rp 66.
Sebaliknya penurunan melanda kelima saham berikut hingga auto reject bawah (ARB), yaitu saham PT Cilacap Samudera Fishing Industries Tbk (ASHA), PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Black Diamond Resources Tbk (COAL), PT Itegra Indocabinet Tbk (WOOD), PT Suryamas Dutamakmur Tbk (SMDM), dan PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS).
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






