Jumat, 15 Mei 2026

Didukung Sentimen Kenaikan Penjualan dan Dividen Interim, Begini Prospek Saham Sido Muncul (SIDO)

Penulis : Parluhutan Situmorang
17 Okt 2022 | 09:16 WIB
BAGIKAN
Sido Muncul. (Foto: Perseroan)
Sido Muncul. (Foto: Perseroan)

JAKARTA, Investor.id - Rekomendasi saham PT Sido Muncul Tbk (SIDO) direvisi naik menjadi beli dengan target harga Rp 800. Revisi naik tersebut menggambarkan volume penjualan lebih baik, peningkatan margin keuntungan, dan peluang pembagian dividen interim.

BRI Danareksa Sekuritas memperkirakan penurunan laba bersih Sido Muncul menjadi Rp 1,07 triliun tahun ini, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 1,26 triliun. Pendapatan perseroan juga diprediksi turun dari Rp 4,02 triliun menjadi Rp 3,57 triliun.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengungkapkan, berdasarkan penjelasan manajemen bahwa penjualan menunjukkan peningkatan periode Juli-Agustus 2022, dibandingkan Juni 2022 dan rata-rata volume penjualan kuartal II-2022. Bahkan, perseroan disebut mencatatkan volume penjualan yang pesat sepanjang September 2022, dibandingkan bulan Juli dan Agustus 2022.

ADVERTISEMENT

“Perseroan gencar menggelar promosi pada kuartal III-2022 melalui bundling produk, diskon, dan bonus lainnya. Hal ini menjadikan volume penjualan melesat. Namun demikian, volume penjualan tersebut tidak akan menyamai realisasi tahun lalu,” tulisnya dalam riset terbarunya.

Peningkatan volume penjualan tersebut, terang dia, bakal memicu peningkatan laba bersih perseroan pada kuartal III-2022, dibandingkan kuartal II-2022. Peningkatan volume penjualan produk herbal menjadi faktor utama penopang pertumbuhan tersebut. Sedangkan biaya produksi diperkirakan tetap tinggi.

BRI Danareksa Sekuritas juga memperkirakan Sido Muncul akan membagikan dividen interim pada kuartal terakhir tahun ini. Dividen akan diambil dari keuntungan perseroan pada semester I-2022 dan diharapkan menjadi sentimen positif terhadap pergerakan harga saham SIDO.

“Dengan asumsi 90% rasio dividen dari raihan semester I-2022, nilai dividen per saham mencapai Rp 13,4 per saham atau merefleksikan dividend yield mencapai 5,5%,” terangnya.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 16 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia