Jumat, 15 Mei 2026

Pasar Kripto Variatif, Investor Masih Tak bergairah

Penulis : Lona Olavia
17 Okt 2022 | 09:42 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi aset kripto, diambil pada 24 Januari 2022. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)
Ilustrasi aset kripto, diambil pada 24 Januari 2022. (FOTO: REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo)

JAKARTA, investor.id - Performa pasar kripto pada perdagangan Senin (17/10/2022) pagi terlihat sideways, meski sejumlah aset big cap masih tembus zona hijau dalam 24 jam terakhir. Hal ini memperlihatkan investor yang masih kurang bergairah masuk ke market pada akhir pekan lalu. 

Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengatakan, pergerakan nilai aset kripto terlihat bervariasi selama akhir pekan lalu, terlihat tak begitu signifikan alias bergerak dalam rentang harga yang tipis (sideways). Investor belum punya keyakinan kuat mengenai arah laju nilai aset kripto ke depan.

Sumber kebimbangan investor masih dibayangi oleh kemungkinan The Fed untuk kembali mengerek suku bunga acuan 75 basis poin pada bulan depan. Apalagi, dalam minutes of meeting yang dirilis pekan lalu, The Fed berkomitmen untuk menekan inflasi AS hingga 2%.

ADVERTISEMENT

Performa indeks saham AS juga melemah imbas data inflasi AS September yang berada di 8,2%, lebih tinggi dari perkiraan analis 8,1%. Kemudian, ada laporan dari the University of Michigan yang memprediksi bahwa rata-rata inflasi AS selama setahun ke depan akan berada di 5,1%, lebih tinggi dari prakiraan September yakni 4,7%.

"Gerak market kripto masih diselamatkan oleh performa indeks dolar AS (DXY) yang masih melemah. Per Senin (17/10/2022), DXY melemah di level 112.97 turun -0.31%. Investor kripto memanfaatkan situasi ini untuk sedikit masuk ke market kripto untuk akumulasi," katanya, Senin (17/10/2022).

Tambah Afid, dari segi analisis teknikal, Bitcoin (BTC) masih kuat di rentang harga US$ 19.000 di tengah ekspektasi atas kenaikan suku bunga The Fed. Level ini menjadi support terkuat BTC.

Pasalnya, BTC sempat mengalami rebound setelah bereaksi negatif terhadap pengumuman CPI AS September. Penurunan harga tersebut tidak berlangsung lama karena tertahan support yang berhasil membalikan arah harga dari turun menjadi naik.

Apabila pergerakan harga Bitcoin berhasil mempertahankan laju hijaunya, kemungkinan tren positif tersebut akan dilanjutkan hingga harga US$ 19.513. Periode penguatan level support Bitcoin saat ini adalah kabar baik untuk kenaikan jangka panjang.

Sementara, untuk pergerakan harga ETH, apabila mampu breakout resistance terdekatnya, kemungkinan laju naik akan berlanjut dengan target berada pada level US$ 1.356. Kedua hal itu bisa terjadi asal performa indeks saham AS tidak melemah di tengah musim pelaporan keuangan (earnings season) saat ini.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia