Jumat, 15 Mei 2026

Bursa Saham AS Melonjak, Pasar Kripto Kembali Bersemi

Penulis : Lona Olavia
18 Okt 2022 | 09:36 WIB
BAGIKAN
Dana miliaran dolar terhapus dari pasar aset kripto dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan di industri merasakan sakitnya. Perusahaan pemberi pinjaman dan perdagangan menghadapi krisis likuiditas dan banyak perusahaan telah mengumumkan PHK. (FOTO: Yu Chun Christopher Wong | S3studio | Getty Images)
Dana miliaran dolar terhapus dari pasar aset kripto dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan di industri merasakan sakitnya. Perusahaan pemberi pinjaman dan perdagangan menghadapi krisis likuiditas dan banyak perusahaan telah mengumumkan PHK. (FOTO: Yu Chun Christopher Wong | S3studio | Getty Images)

JAKARTA, investor.id - Pergerakan pasar kripto pada perdagangan Selasa (18/10/2022) pagi tampil baik. Sembilan dari 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berada di zona hijau jika diukur dalam 24 jam terakhir. Investor tampak mulai bergairah masuk ke pasar kripto.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengatakan, sentimen positif pasar kripto hari ini mayoritas dipengaruhi oleh kinerja apik dari indeks saham AS, utamanya indeks S&P 500 yang tumbuh (2,7%) dan Nasdaq (3,4%). Kemudian, saham-saham teknologi juga tumbuh positif, sehingga menjadi tolok ukur investor kripto untuk melakukan akumulasi dan selalu mengacu pada kinerja saham AS secara umum.

Di samping itu, data makroekonomi akan relatif ringan minggu ini, tapi harus waspada dan mengamati data inflasi dari Inggris pada Rabu (19/10/2022). Bank of England tercatat sudah enam kali mengeluarkan kebijakan kenaikan suku bunga secara berturut-turut untuk mengendalikan inflasi.

ADVERTISEMENT

“Meski pasar kripto terlihat menghijau, namun pergerakan harganya masih terlihat di rentang sempit, mengindikasikan bahwa investor sebenarnya belum bernafsu untuk berpandangan bullish, namun juga tak rela melihat nilai aset kripto melemah,” katanya, Selasa (18/10/2022).

Sejatinya, pangkal kekhawatiran investor sekarang ini adalah potensi bank sentral AS, The Fed, untuk mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin di bulan depan.

Kata Afid, jika ditinjau secara analisis teknikal, pelaku pasar juga menganggap bahwa kondisi pasar kripto saat ini, utamanya posisi harga BTC di kisaran US$ 19.000 adalah gerbang awal untuk melancarkan aksi akumulasi. BTC masih harus retest untuk kembali ke level psikologisnya di US$ 20.000.

“Sentimen negatif masih menghantui pelaku pasar kripto. Fear and greed index konsisten bergerak di bawah level 30 dengan kategori Extreme Fear. Belum adanya pemicu yang berhasil untuk merubah sentimen negatif tersebut menjadi salah satu faktor lesunya pergerakan harga saat ini,” pungkas ia.

Pergerakan harga Bitcoin masih terseok-seok, level US$ 19.891 masih menjadi tahanan yang harus dilewati untuk kembali bergerak bullish. Apabila gagal, BTC kemungkinan akan breakdown kembali ke level US$ 19.264.

“Sementara, pergerakan harga Ethereum cenderung sideways. ETH masih usaha pullback ke harga US$ 1.430 yang merupakan level resistance terdekatnya. Breakout terhadap titik tersebut menjadi kunci untuk menarik sentimen pasar untuk mendorong pergerakan harga,” katanya.

Di antara seluruh jajaran aset kripto utama, Polygon (MATIC) menjadi primadona setelah nilainya terbang 7,14% dalam sehari terakhir. Pengumuman kemitraan Polygon dengan studio Web3 bernama SuperLayer, untuk meningkatkan pertumbuhan dari segmen game, budaya, dan investasi.

Kemitraan ini menggarisbawahi upaya Polygon untuk mengejar peluang pertumbuhan dalam ekosistem Web3, sehingga disambut baik oleh investor dengan melakukan akumulasi.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia