Jumat, 15 Mei 2026

Wika Beton (WTON) Bukukan Kontrak Baru hingga September Rp 4,95 T

Penulis : Muawwan Daelami
19 Okt 2022 | 13:54 WIB
BAGIKAN
Caption : Dari kiri ke kanan Direktur Operasi dan Supply Chain Management Taufik Dwi Wibowo, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Rija Judaswara, Direktur Utama Kuntjara, Direktur Keuangan, Human Capital, & Manajemen Risiko Ahmad Fadli Kartajaya, serta Direktur Teknik dan Produksi Sidiq Purnomo dalam konferensi pers, Rabu (19/10/2022).
Sumber: Muawwan Daelami
Caption : Dari kiri ke kanan Direktur Operasi dan Supply Chain Management Taufik Dwi Wibowo, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Rija Judaswara, Direktur Utama Kuntjara, Direktur Keuangan, Human Capital, & Manajemen Risiko Ahmad Fadli Kartajaya, serta Direktur Teknik dan Produksi Sidiq Purnomo dalam konferensi pers, Rabu (19/10/2022). Sumber: Muawwan Daelami

JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) membukukan nilai kontrak baru hingga September 2022 sebesar Rp 4,95 triliun. Lalu, pada tahun depan perseroan mengincar kontrak baru tumbuh sebesar 15% sampai 20%.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan Wijaya Karya Beton (WTON) Rija Judaswara menyebutkan bahwa perolehan kontrak baru perseroan hingga kuartal III-2022 sebesar Rp 4,95 triliun. “Dari raihan kontrak tersebut, sekitar 30% dikontribusikan dari proyek-proyek ritel dengan nilai di bawah Rp 10 miliar,” jelas Rija dalam konferensi pers, Rabu (19/10/2022).

Adapun rincian proyek yang diraih perseroan berasal dari proyek Jalan Tol Ancol Timur – Pluit Toll road sebesar Rp 646 miliar, proyek Manyar Smelter Rp 257 miliar, Coastal Area Kota Balikpapan sebesar Rp 214 miliar, Pabrik Paper Mill Indah Kiat Karawang sebesar Rp 182 miliar, Jalan Tol Indrapura – Kisaran sebesar Rp 143 miliar, Lotte Line Project Cilegon sebesar Rp 129 miliar dan Jalan Tol Makassar New Port Access sebesar Rp 125 miliar.

ADVERTISEMENT

Proyek lainnya berasal dari proyek peningkatan Jalur KA Medan Labuhan - Rantau Parapat sebesar Rp 101 miliar, pemasangan Pipa SPAM Jatiluhur sebesar Rp 93 miliar, dan peningkatan kapasitas Jalan Tol Jakarta Cikampek KM 50-67 sebesar Rp 78 miliar.

Dengan demikian, jika dilihat dari sektor usaha, maka komposisi perolehan proyek tersebut terdiri sektor infrastruktur sebesar 62,7%, properti sebesar 18,9%, kemudian sektor energi, tambang, dan industri masing-masing sebesar 12,8%, 2,9% dan 2,6%.

Seiring dengan perolehan kontrak tersebut, Rija menyatakan WTON masih memiliki banyak sasaran proyek yang akan mampu menjamin perolehan kontak baru di tahun ini sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) perseroan.

Sementara untuk target kontrak baru tahun depan atau 2023, ia menyebut perseroan mengincar adanya pertumbuhan sekitar 15% sampai 20% dari prognosa kontrak baru yang diraih perseroan di 2022.

“Kami menargetkan pertumbuhan di kisaran 15% sampai 20%. Kami memang tidak agresif, tapi angka kenaikan tersebut menurut kami sudah mempertimbangkan situasi global maupun situasi isu-isu strategis dalam negeri,” ungkap Rija.

Pada kesempatan itu, Direktur Keuangan, Human Capital & Manajemen Risiko Wijaya Karya Beton (WTON) Ahmad Fadli Kartajaya juga mengakui bahwa krisis ekonomi yang terjadi akibat konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina pada tahun ini cukup memberikan tantangan.

“Buktinya, terjadi krisis energi di mana harga BBM kita juga sekarang sudah naik dan ini sangat mempengaruhi kinerja kita,” papar Fadli.

Karena itu, Fadli melihat 2023 akan menjadi tahun yang cukup menantang. Terlebih lagi, banyak prediksi yang menyebutkan bahwa tahun depan akan terjadi krisis global yang tentu hal tersebut akan berdampak pada perekonomian Indonesia. Termasuk investor-investor yang akan berinvestasi yang pastinya akan lebih selektif.

Di samping tantangan ekonomi, 2023 juga memasuki tahun tahapan pemilihan umum (Pemilu). “Kita mulai masuk tahun Pemilu untuk 2024. Dan pastinya akan sedikit mengganggu konsentrasi baik pemerintah maupun investor-investor swasta, sehingga mereka akan wait and see bagaimana Pemilu di 2023 dan 2024,” tutup Fadli.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia