Jumat, 15 Mei 2026

GOTO Dikabarkan Lagi Bahas Penjualan Saham Rp 15,5 T, termasuk dengan Alibaba dan Softbank

Penulis : Thresa Sandra Desfika
20 Okt 2022 | 20:41 WIB
BAGIKAN
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Ist
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Foto: Ist

JAKARTA, investor.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dikabarkan sedang dalam pembicaraan dengan pemegang saham utamanya untuk menjual saham mereka secara terkontrol sekitar US$ 1 miliar atau kisaran Rp 15,5 triliun. Tujuan penjualan untuk menghindari potensi jatuhnya saham GOTO ketika masa lock-up saham mereka berakhir bulan depan.

Melansir dari Bloomberg, Kamis (20/10/2022), penyedia ride-hailing dan e-commerce tersebut sedang mengukur minat pendukung awal, termasuk Alibaba dan SoftBank, untuk melakukan penjualan sejumlah sahamnya secara terkelola kepada investor baru. Menurut orang yang mengetahui masalah itu, rencana tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mencegah potensi penurunan harga saham GOTO yang dapat terjadi jika banyak investor menjual saham saat masa lock-up berakhir pada 30 November.

Bloomberg mengabarkan, GOTO juga telah melakukan diskusi dengan beberapa investor guna membuat mereka berkomitmen menahan sahamnya dalam jangka waktu yang lebih lama, setidaknya enam bulan.

ADVERTISEMENT

GOTO disebut sedang dalam tahap awal pembicaraan dengan sejumlah investor, dan tingkat harga untuk setiap kesepakatan dapat dinegosiasikan. Perundingan sedang berlangsung dan GOTO dikabarkan belum membuat keputusan akhir.

GOTO, yang memiliki nilai pasar sekitar US$ 15 miliar, berusaha menghindari situasi di mana sebagian besar pendukungnya akan berusaha menjual sahamnya pada saat yang sama. Banyak pemegang saham utama setuju untuk memegang saham mereka setidaknya selama delapan bulan setelah penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) perseroan pada akhir Maret 2022.

Sekitar 1 triliun saham GoTo, atau lebih dari 90% dari total beredar, memenuhi syarat untuk dijual mulai 30 November. Alibaba memegang sekitar 8,8% GoTo, dan saham SoftBank sekitar 8,7%.

Disebut Bloomberg, GoTo telah melibatkan Citigroup dan Goldman Sachs, bersama dengan penasihat lokal, untuk membantu mengelola potensi penjualan oleh pemegang saham yang ada.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia