Harga Minyak Naik Tipis
NEW YORK, investor.id - Harga minyak naik tipis pada Selasa (26/10/2022). Rebound dari penurunan awal lebih dari US$ 1 per barel. Didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran pasokan disorot oleh Menteri Energi Arab Saudi.
Minyak mentah berjangka Brent naik 26 sen menjadi menetap di US$ 93,52 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik 74 sen menjadi US$ 85,32. Kedua tolok ukur naik dan turun US$ 1 selama sesi.
Indeks dolar AS turun selama perdagangan sore, membuat minyak dalam denominasi greenback lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya dan membantu mendorong harga lebih tinggi.
Dukungan juga dating dari komentar Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman bahwa cadangan energi digunakan sebagai mekanisme untuk memanipulasi pasar.
"Adalah tugas saya untuk menjelaskan bahwa kehilangan stok darurat mungkin menyakitkan di bulan-bulan mendatang," katanya pada konferensi Future Initiative Investment (FII) di Riyadh.
Kepala Badan Energi Internasional (IEA) Fatih Birol mengungkapkan, pengetatan pasar untuk gas alam cair (LNG) di seluruh dunia dan pengurangan pasokan oleh produsen minyak utama telah menempatkan dunia di tengah krisis energi global pertama yang sesungguhnya.
Analis Price Futures Group Phil Flynn menyebut, komentar dari Riyadh dan IEA adalah pengingat bahwa ketika datang ke krisis energi, itu masih jauh dari selesai. "Masih ada kekhawatiran pasar kekurangan pasokan,” jelasnya.
Aktivitas ekonomi yang tidak pasti di Amerika Serikat dan Tiongkok, dua konsumen minyak terbesar dunia, membatasi kenaikan minyak.
Pada Senin (24/10/2022), data pemerintah menunjukkan impor minyak mentah Tiongkok pada bulan September adalah 2% lebih rendah dari tahun sebelumnya, sementara aktivitas bisnis berkontraksi di zona Eropa, Inggris dan Amerika Serikat pada bulan Oktober.
Kepala Eksekutif Goldman Sachs David Solomon yakin resesi AS adalah ‘kemungkinan besar’, sementara resesi bisa terjadi di Eropa.
Baca Juga:
Harga CPO MenguatFederal Reserve AS dapat menaikkan suku bunga acuan semalam di luar kisaran 4,50%-4,75% jika tidak melihat perubahan nyata dalam perilaku, katanya pada konferensi FII.
Stok minyak mentah AS naik sekitar 4,5 juta barel untuk pekan yang berakhir 21 Oktober, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute pada Selasa (25/10/2022). Persediaan bensin turun sekitar 2,3 juta barel, sementara stok sulingan naik sekitar 600 ribu barel.
Data pemerintah AS tentang stok minyak mentah akan dirilis pada hari Rabu
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






