Jumat, 15 Mei 2026

Pendapatan Melesat 50%, tetapi Laba Indosat (ISAT) Turun Jadi Rp 3,68 Triliun

Penulis : Parluhutan Situmorang
28 Okt 2022 | 12:25 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi stand Indosat. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)
Ilustrasi stand Indosat. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id - PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo Hutchison membukukan penurunan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 3,68 triliun hingga Kuartal III-2022, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 5,80 triliun.

Penurunan laba tersebut dipengaruhi atas lonjakan beban perseroan dari semula Rp 14,97 triliun menjadi Rp 26,63 triliun. Lonjakan terbesar disumbangkan beban penyelenggaraan jasa dari semula hanya Rp 9,85 triliun menjadi Rp 16,04 triliun. Beban karyawan juga melesat dari Rp 1,59 triliun menjadi Rp 2,85 triliun.

Manajemen perseroan melalui laporan kinerja keuangan yang dipublikasikan menyebutkan bahwa pendapatan perseroan justru melesat dari Rp 23,05 triliun menjadi Rp 34,53 triliun. Kenaikan pendapatan tertinggi disumbangkan bisnis selular dari Rp 18,78 triliun menjadi Rp 29,84 triliun.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, perseroan telah melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan II Indosat Tahap II Tahun 2017 Seri C sebesar Rp 498 miliar dan pokok Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Indosat Tahap II Tahun 2017 Seri C sebesar Rp 14 miliar pada tanggal 9 November 2022. Nilai total pokok obligasi dan sukuk tersebut Rp 512 miliar.

Sekretaris Perusahaan Indosat Billy Nikolas Simanjuntak menjelaskan, pelunasan itu akan menggunakan dana hasil penawaran umum Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2022 atau dengan menggunakan fasilitas pinjaman bank yang belum digunakan.

“Per tanggal 30 Juni 2022, perusahaan memiliki fasilitas pinjaman bank yang belum digunakan sebesar Rp 6 triliun,” ungkap Billy dalam keterbukaan informasi, Rabu (21/9/2022).

Dia menekankan, tidak ada dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, kelangsungan usaha perusahaan pada saat tanggal pengungkapan atau keterbukaan informasi ini.

Indosat Ooredoo juga telah melakukan penawaran umum berkelanjutan Obligasi IV Indosat Tahap I Tahun 2022 senilai Rp 1,75 triliun dan Sukuk Ijarah IV Indosat Tahap I Tahun 2022 sebesar Rp 750 miliar.

Aksi korporasi itu merupakan bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan IV Indosat senilai Rp 15 triliun, yang terdiri atas Obligasi Berkelanjutan IV Indosat sebesar Rp 10,5 triliun dan Sukuk Ijarah IV Indosat sebesar Rp 4,5 triliun.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 51 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 53 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia