Jumat, 15 Mei 2026

Didukung Sejumlah Inisiatif Bisnis, Analis Kerek Target Harga Saham BTN (BBTN)

Penulis : Parluhutan Situmorang
31 Okt 2022 | 08:32 WIB
BAGIKAN
Petugas dari BTN saat melayani nasabah. (BeritaSatu Photo)
Petugas dari BTN saat melayani nasabah. (BeritaSatu Photo)

JAKARTA, Investor,id - Potensi pertumbuhan kinerja keuangan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) kian terbuka lebar dalam jangka panjang. Hal ini didukung sejumlah faktor, seperti masuknya dana segar dari penerbitan saham baru (rights issue), inovasi produk baru bermargin tinggi (high yield) dan strategi pendanaan dengan memperbesar porsi dana murah (current account saving account/CASA).

Peningkatan kinerja keuangan juga bakal didukung inisiatif bisnis dengan penguatan pasar kredit pemilikan rumah (KPR) ke segmen non subsidi, yaitu KPR BTN rent to own. Di saat yang sama, perseroan telah meluncurkan aplikasi untuk memperkuat ekosistem perumahan demi mencapai target menjadi digital mortgage bank terbesar di tanah air.

Hal ini mendorong kedua analis ini mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN. BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BBTN dengan target harga Rp 2.500. Begitu juga dengan RHB Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 2.450.

ADVERTISEMENT

Analis BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, inisiatif bisnis BTN menciptakan ekosistem perumahan bukan saja bisa berdampak positif bagi peningkatan total kredit, juga akan mempermudah untuk mendapatkan sumber dana murah. “Begitu juga dengan inisiatif bisnis penguatan pasar non subsidi untuk menarik minat kalangan milenial bisa berimbas positif terhadap kinerja keuangan perseroan. Salah satunya dengan peluncuran program rent to own (RTO),” terangnya dalam riset terbaru.

Rent to own adalah skema kredit yang memungkinkan nasabah membayar uang sewa terlebih dahulu dengan opsi hak milik. Uang sewa tersebut juga dapat diperhitungkan sebagai angsuran uang muka kredit. Fleksibilitas ini diharapkan mampu menghapus kegalauan nasabah milenial dalam memiliki hunian.

Selain rent to own, BBTN juga agresif menyasar segmen pekerja informal. Mereka ini adalah kelompok nasabah yang punya penghasilan tetap, mampu mengangsur tetapi tidak memiliki slip gaji pegawai tetap sebagai syarat dokumen kredit. Misalnya pengemudi ojek oniline dan para pedagang di pasar.

Dengan inisiatif baru tersebut, dia mengatakan, pertumbuhan kredit hipotetik non subsidi BTN berpotensi melesat mencapai 10,4% pada 2023. Penguatan ini bakal mendongkrak kinerja keuangan, apalagi margin keuntungan kredit non subsidi lebih tinggi, dibandingkan yield kredit perumahaan subsidi.

Selain inisiatif bisnis tersebut, Eka mengatakan, BTN mendapatkan dukungan positif dari penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue dengan target dana Rp 4,13 triliun. Penggalangan dana ini bisa menaikkan CAR perseroan sebanyak 210 bps menjadi 17,6% sampai Desember 2022, dibandingkan sebelum rights issue sekitar 15,5%.

“Dengan masuknya dana segar dari rights issue, struktur pendanaan perseroan akan lebih kuat. Apalagi dengan adanya dukungan pemerintah untuk mempercepat program penyediaan rumah rakyat untuk mengurangi backlog domestik,” tulisnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk memperkirakan peningkatan laba bersih BBTN menjadi Rp 2,97 triliun pada 2022 dan menjadi Rp 3,41 triliun pada 2023, dibandingkan pencapaian tahun 2021 senilai Rp 2,37 triliun. PPOP perseroan juga diprediksi meningkat menjadi Rp 7,61 triliun pada 2022 dan senilai Rp 8,18 triliun pada 2022, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 6,66 triliun.

Sementara itu, analis RHB Sekuritas Indonesia Ryan Santoso dan Andrey Wijaya mengatakan, tren pertumbuhan kinerja keuangan emiten sektor bank diprediksi berlanjut. Hampir seluruh indikator menunjukkan tren perbaikan.

“Kami memperkirakan keuntungan emiten bank tetap kuat pada paruh kedua tahun 2022. Tren tersebut terlihat dari kecenderungan peningkatan NIM dan biaya kredit yang tetap terkontrol dengan baik. Sedangkan rasio CASA masih cenderung naik dengan kecenderungan peningkatan dana pihak ketiga,” terangnya dalam riset belum lama ini.

Terkait kenaikan tingkat suku bunga, RHB Sekuritas menyebutkan, belum berdampak negatif terhadap pertumbuhan kredit sektor perbankan. Pertumbuhan kredit sektor perbankan masih berada di atas 10%, imbal hasil kredit juga tidak terpangaruh, termasuk biaya kredit.

Berbagai faktor tersebut mendorong RHB Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight saham sektor perbankan. Sedangkan saham BBTN direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.450.

Lampaui Estimasi

Terkait kinerja keuangan, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, realisasi laba bersih BTN hingga September 2022 sudah melampaui estimasi BRI Danareksa Sekuritas dan konsensus analis.

“Realisasi tersebut setara dengan 86% dari target laba bersih BTN tahun 2022 yang diberikan BRI Danareksa Sekuritas. Angkan tersebut juga merefleksikan 79,9% dari target konsensus analis,” tulisnya.

Selain itu, BRI Danareksa Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap BBTN kenaikan NIM perseroan sebanyak 99 bps menjadi 4,5%, penurunan CoF menjadi 2,8%, dan peningkatan CASA mencapai 18,7%.

Hingga September 2022, perseroan membukukan lonjakan laba bersih sebanyak 50,1% dari Rp 1,51 triliun menjadi Rp 2,27 triliun. Pendapatan bunga bersih juga melesat sebanyak 34,2% dari Rp 8,60 triliun menjadi Rp 11,54 triliun. PPOP juga meningkat sekitar 33,2% dari Rp 4,16 triliun menjadi Rp 5,54 triliun.

Didukung potensi pertumbuhan kinerja keuangan perseroan yang kuat ke depan dan realisasi kinerja keuangan perseroan sampai September 2022, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBTN dengan target harga Rp 2.500.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 5 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 6 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 6 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia