Jumat, 15 Mei 2026

Mencuat, Wacana Stock Split Bank Mandiri (BMRI)

Penulis : Muawwan Daelami
3 Nov 2022 | 21:47 WIB
BAGIKAN
Gedung Bank Mandiri (Foto: IST)
Gedung Bank Mandiri (Foto: IST)

JAKARTA, investor.id – Harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terus mendaki dengan kisaran pergerakan Rp 9.950-10.200. Pada perdagangan Kamis (3/11/2022), harga saham bank pelat merah ini mencapai Rp 10.175, menguat Rp 100 (0,9%) dari penutupan sebelumnya.

Harga saham BMRI yang melampaui Rp 10.000 dinilai perlu segera untuk pemecahan nilai saham (stock split) agar bergerak lebih dinamis. Kemudian, prospek peningkatan harga sahamnya makin besar dan bakal lebih terjangkau oleh investor ritel.

Menurut Head of Investment Reswara Gian Investa, Kiswoyo Adi Joe, BMRI merupakan salah satu saham penggerak IHSG dengan bobot yang menempati posisi ketiga, setelah saham BBCA dan BBRI. Karena itu, sebagai penggerak IHSG, tentu BMRI banyak diburu oleh investor asing maupun investor lokal, termasuk ritel.

ADVERTISEMENT

"Sahamnya masih bisa menggerakkan IHSG. Kalau patokannya IHSG, investor asing hingga lokal ritel pasti belinya saham BMRI, BBRI, dan BBCA," kata Kiswoyo, Kamis (3/11/2022).

Terlebih, sektor perbankan merupakan sektor penopang perekonomian yang akan terus bertumbuh. Ditambah, pemulihan kinerja Bank Mandiri selama masa pandemi tergolong lebih cepat dan di atas ekspektasi. Hal itu tercermin dari pertumbuhan laba perseroan.

Hingga kuartal III-2022, laba bersih konsolidasi Bank Mandiri mencapai Rp 30,7 triliun atau melesat 59,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bukan hanya itu, menurut Kiswoyo, emiten bersandi BMRI ini merupakan satu-satunya bank yang telah menerapkan digital banking untuk segmen consumer maupun sektor usaha.

"Jadi, di segmen consumer, BMRI punya super apps melalui livin by mandiri. Sedangkan di sektor usaha melalui Kopra by Mandiri," tandas Kiswoyo.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia