Perkuat Pasar, BTN (BBTN) Genjot Kredit ke Pekerja Sektor Informal
JAKARTA, Investor.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) meningkatkan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) ke sektor informal, khususnya pengemudi Gojek dan pedagangan pasar tradisional.
Sejumlah mitra driver Gojek di Kawasan Solo Raya, Jawa Tengah, hari ini (8/11) menerima penyerahan secara resmi surat akad jual-beli rumah, melalui program KPR. Hal ini merupakan kolaborasi Gojek bersama dengan BTN, Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perumnas), serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (KemenPUPR).
Pada kesempatan yang berbeda, BTN juga berkolaborasi dengan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) untuk menyalurkan KPR kepada para pedagang pasar. Penyediaan hunian yang layak bagi pedagang pasar tersebut akan dibiayai BTN melalui skema KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT).
Direktur Distribution & Funding Bank BTN Jasmin menjelaskan latar belakang kerjasama dengan Gojek dan pedagang pasar tradisional adalah untuk memperluas pembiayaan perumahan yang berbasis sektor informal. Jumlah mitra driver Gojek dan pedagang merupakan potensi luar biasa. Mereka punya penghasilan yang jelas meski tidak tetap.
“Hal ini tentu saja sejalan dengan program pemerintah untuk membantu masyarakat dari berbagai sektor memiliki rumah melalui berbagai program yang telah dijalankan salah satunya BP2BT (Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan),” kata Jasmin.
Jasmin menjelaskan untuk pilot project di Solo ini, BTN melakukan akad kredit dengan 16 mitra ojol Gojek. Mereka ini telah melalui proses seleksi menjadi nasabah yang eligible mendapatkan pembiayaan perumahan. “Kami menargetkan kerjasama ini berjalan di seluruh wilayah potensial di mana Gojek beroperasi. Kami mengestimasi sebanyak 200.000 mitra driver layak dan memenuhi syarat mendapatkan KPR. Dari jumlah tersebut, untuk tahap awal, kami menargetkan 30%,” katanya.
Farid Isnawan, District Head Gojek Solo Raya, menyampaikan, program KPR buat mitra driver ini dibuat sangat komprehensif dengan mempertimbangkan keberlangsungan dan kesejahteraan mitra dalam jangka panjang, “Kami merencanakan program ini dengan tujuan jangka panjang mengurangi hambatan yang dihadapi para mitra untuk memiliki penghidupan yang lebih baik. Kami mengapresiasi kolaborasi erat bersama dengan Bank BTN, Perumnas, dan KemenPUPR, yang telah menjadi mitra strategis kami dalam mendukung peningkatan taraf hidup para mitra driver Gojek.” katanya.
Analis MNC Sekuritas Tirta Widi Gilang Citradi menilai penetrasi BTN ke sektor pekerja informal memiliki dua tujuan. Pertama, cara yang efektif untuk mengurangi backlog perumahan yang saat ini mencapai 12,75 juta. Backlog perumahan merupakan selisih antara ketersediaan rumah dengan kebutuhan perumahan dari seluruh penduduk Indonesia.
“Selama ini pekerja informal sebenarnya sudah tersentuh layanan keuangan, misalkan produk multifinance dan kredit mikro. Namun mereka masih sulit mengajukan KPR karena syaratnya cukup banyak,” ujarnya.
Kedua, ini merupakan salah satu strategi BTN dalam mengembangkan bisnis, di tengah ketidakpastian ekonomi global pada tahun ini dan tahun depan. Menurutnya, dengan inflasi tinggi dan kenaikan suku bunga permintaan rumah dengan tujuan investasi diprediksi akan berkurang.
“Namun, permintaan akan rumah untuk tempat tinggal atau rumah pertama akan tetap tinggi, termasuk ke sektor pekerja informal. Jadi ini peluang BTN agar terus mempertahankan kinerja di tengah ketidakpastian,” ujarnya.
Menurutnya, dalam penetrasi KPR ke sektor informal, BTN bukan hanya melakukan fungsinya sebagai entitas bisnis, namun sekaligus memiliki tujuan sosial. Pada waktunya program BTN ini akan diikuti oleh bank lainnya. “Bila pedagang pasar menjadi rebutan bank untuk kredit mikro, bisa jadi nantinya bank berebutan untuk menyalurkan KPR kepada mereka,” ujarnya.
Potensi penyaluran kredit pada pekerja sektor informal sangatlah besar. Hal ini tercermin dari
data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan jumlah pekerja sektor informal di Indonesia mencapai 81,33 juta orang pada akhir Februari 2022. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja formal yang tercatat 54,28 juta orang. Dari total pekerja informal tersebut, terdapat mitra driver Gojek yang mencapai 2 juta orang.
Potensi yang sama terdapat pada pedagang pasar tradisional. Merujuk data BPS tahun 2019, jumlah pasar tradisional di Indonesia mencapai 15.657 unit dengan jumlah pedagang sebanyak 2.818.260.
Dalam kesempatan yang berbeda, Analis BRI Danareksa Sekuritas Eka Savithri dalam riset terbarunya menyebutkan, inisiatif bisnis BTN dengan menciptakan ekosistem perumahan bukan saja berdampak positif bagi peningkatan kredit, tetapi juga mempermudah mendapatkan dana murah.
Pada kuartal III-2022, porsi dana murah atau current account saving account (CASA) BTN terhadap total dana pihak ketiga (DPK) mencapai 45,9%, tertinggi sejak 2018. Peningkatan CASA berdampak langsung terhadap penurunan biaya dana atau cost of fund dari 3,28% pada September 2021 menjadi 2,36% pada September 2022.
Sebagai informasi, BTN saat ini sedang dalam proses melakukan penawaran umum terbatas II atau rights issue pada Desember 2022. Rights issue ini merupakan penggalangan dana kedua setelah penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) yang dilaksanakan pada 13 tahun lalu.
Berdasarkan Prospektus emiten bank yang fokus pada pembiayaan perumahan ini akan menerbitkan sebanyak 4,6 miliar saham dengan nominal Rp 500. Harga nominal tersebut bukan harga eksekusi atau pelaksanaan rights issue. Sebab, penentuan harga rights issue bakal ditetapkan menjelang pernyataan efektif dari regulator.
Namun, sebagai indikasi, harga pelaksanaan diperkirakan berada pada kisaran Rp 900 sampai Rp1.000. Angka perkiraan ini bersumber dari indikasi target rights issue yang telah diumumkan sebelumnya, yakni Rp 4,13 triliun dengan melepas sebanyak 4,6 milar saham. Pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham pengendali akan melaksanakan haknya secara penuh dengan penyertaan modal senilai Rp 2,48 triliun.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






