Jumat, 15 Mei 2026

Tertekan, Minyak Turun Lebih dari 3% 

Penulis : Indah Handayani
15 Nov 2022 | 06:30 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

HOUSTON, investor.id - Harga minyak turun lebih dari 3% pada Senin (14/11/2022). Tertekan penguatan dolar AS. Ditambah lagi, lonjakan kasus Covid-19 di Tiongkok menghancurkan harapan pembukaan kembali ekonomi yang cepat untuk importir minyak mentah terbesar dunia.

Minyak mentah berjangka Brent turun US$ 2,85 (3%) pada US$ 93,14 per barel setelah naik 1,1% pada Jumat (11/11/2022). Minyak mentah berjangka WTI turun US$ 3,09 (3,47%) menjadi US$ 85,87 setelah naik 2,9% pada Jumat (11/11/2022).

Pada Jumat (11/11/2022), harga komoditas menguat setelah Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok menyesuaikan tindakan pencegahan dan pengendalian Covid-nya untuk mempersingkat waktu karantina bagi kontak dekat kasus dan pelancong yang masuk

ADVERTISEMENT

Tetapi kasus Covid-19 meningkat di Tiongkok selama akhir pekan, dengan Beijing dan kota-kota besar lainnya pada Senin (14/11/2022) melaporkan rekor infeksi.

"Lonjakan kasus Covid hanya akan menyebabkan lebih banyak lockdown dalam waktu dekat. Untuk saat ini Tiongkok bukan sumber dukungan bullish untuk perminyakan," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York

Dolar AS juga naik terhadap Euro dan Yen, karena investor bersiap untuk potensi kenaikan suku bunga Federal Reserve AS setelah seorang pembuat kebijakan mengatakan terlalu banyak yang dibuat dari data inflasi AS yang lebih dingin pada minggu lalu.

Dolar yang lebih kuat membuat komoditas berdenominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lain dan cenderung membebani minyak dan aset berisiko lainnya.

Sementara itu, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), memangkas perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini dan tahun depan, dengan alasan hambatan ekonomi.

Pasokan domestik AS juga terus meningkat. Produksi minyak di Texas dan New Mexico, cekungan minyak serpih terbesar AS, akan naik sekitar 39 ribu barel per hari (bph) ke rekor 5.499 juta bph pada Desember, Administrasi Informasi Energi AS (EIA) mengatakan dalam laporan produktivitasnya pada Senin (14/11/2022).

Secara terpisah, Menteri Keuangan AS Janet Yellen pada Jumat (11/11/2022) mengatakan India dapat terus membeli minyak Rusia sebanyak yang diinginkannya, termasuk dengan harga di atas mekanisme pembatasan harga yang diberlakukan G7, jika India menghindari asuransi, keuangan, dan layanan maritim Barat yang terikat oleh batas tersebut.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 14 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 18 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 56 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia