Jumat, 15 Mei 2026

Perusahaan Milik Koperasi Pegawai Indosat (PADA) IPO, Seperti Ini Performa Keuangannya

Penulis : Thresa Sandra Desfika
16 Nov 2022 | 13:09 WIB
BAGIKAN
PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) memiliki kegiatan usaha utama yang bergerak sebagai penyedia jasa teknikal dan pemeliharaan peralatan telekomunikasi, jasa call center, jasa layanan perkantoran, jasa keamanan, dan jasa sumber daya manusia (Ilustrasi/Perseroan)
PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) memiliki kegiatan usaha utama yang bergerak sebagai penyedia jasa teknikal dan pemeliharaan peralatan telekomunikasi, jasa call center, jasa layanan perkantoran, jasa keamanan, dan jasa sumber daya manusia (Ilustrasi/Perseroan)

JAKARTA, investor.id - PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) bersiap menggelar penawaran umum perdana (initial public offeringiIPO) sebanyak-banyaknya 900 juta saham baru atau 28,57% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Nilai nominalnya Rp 20 per saham dan harga penawaran dibuka di kisaran Rp 100-120 per satu sahamnya. Karenanya, jumlah dana yang bisa diraih dari IPO ini sebanyak-banyaknya Rp 108 miliar. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah UOB Kay Hian Sekuritas.

Pemegang saham Personel Alih Daya saat ini adalah Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk sebanyak 83,80% dan Sigit Kuntjahjo 16,20%.

ADVERTISEMENT

Personel Alih Daya memiliki kegiatan usaha utama yang bergerak sebagai penyedia jasa teknikal dan pemeliharaan peralatan telekomunikasi, jasa call center, jasa layanan perkantoran, jasa keamanan, dan jasa sumber daya manusia.

Sampai dengan 31 Agustus 2022, PADA membukukan pendapatan neto Rp 453,49 miliar, turun sekitar Rp 32,12 miliar atau 6,62% dibandingkan dengan pendapatan pada periode yang berakhir pada tanggal 31 Agustus 2021 sebesar Rp 485,62 miliar.

Beban pokok pendapatan hingga akhir Agustus 2022 Rp 427,20 miliar, turun dari Rp 454,54 miliar per 31 Agustus 2021. Sedangkan laba neto tahun berjalan Rp 2,37 miliar per 31 Agustus 2022, anjlok dari Rp 4,59 miliar di 31 Agustus 2021.

Sedangkan, per 30 April 2022, pendapatan Personel Alih Daya Rp 230,77 miliar, terdiri dari pendapatan technical & maintenance Rp 67,98 miliar, jasa keamanan Rp 56,65 miliar, wilayah Rp 46,86 miliar, personel support & office service Rp 32,26 miliar, jasa call center Rp 26,99 miliar. Pendapatan technical & maintenance, personel support & office service, dan jasa call center mengalami penurunan ketimbang posisi per 30 April 2021.

Sementara itu, per 31 Agustus 2022, total aset PADA berjumlah Rp 237,41 miliar, liabilitas Rp 185,90 miliar, dan ekuitas Rp 51,50 miliar.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 25 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 36 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 40 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia