Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Anjlok Lebih dari 3%

Penulis : Indah Handayani
18 Nov 2022 | 06:20 WIB
BAGIKAN
ilustrasi minyak mentah
Sumber: Antara
ilustrasi minyak mentah Sumber: Antara

HOUSTON, investor.id - Harga minyak anjlok lebih dari 3% pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Tertekan oleh kekhawatiran kenaikan suku bunga AS yang lebih agresif dan meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Tiongkok menambah kekhawatiran permintaan di importir minyak mentah terbesar dunia itu.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari terpuruk US$ 3,08 (3,3%) menjadi menetap di US$ 89,78 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah merosot 1,1% sehari sebelumnya.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) tergelincir US$ 3,95 (4,6%) menjadi ditutup pada US$ 81,64 per barel New York Mercantile Exchange, setelah jatuh 1,5% pada Rabu (16/11/2022).

"Ini semacam pukulan tiga kali lipat. Kami memiliki kasus Covid-19 yang meningkat di Tiongkok, suku bunga terus meningkat di sini di AS dan sekarang kami memiliki pelemahan teknis di pasar," kata Dennis Kissler, wakil presiden senior perdagangan di BOK Financial.

ADVERTISEMENT

Presiden Federal Reserve St. Louis, James Bullard mengatakan aturan kebijakan moneter dasar akan mengharuskan suku bunga naik setidaknya ke sekitar 5%, sementara asumsi yang lebih ketat akan merekomendasikan suku bunga di atas 7%.

Dolar AS juga naik karena investor mencerna data ekonomi AS. Dolar yang lebih kuat membuat minyak berdenominasi dolar lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Tiongkok melaporkan peningkatan infeksi Covid-19 setiap hari dan kilang-kilang Tiongkok telah diminta mengurangi volume minyak mentah Saudi pada Desember, Reuters melaporkan, sementara juga memperlambat pembelian minyak mentah Rusia.

Meskipun beban kasus Covid-19 di Tiongkok lebih kecil daripada negara lain, importir minyak mentah terbesar di dunia ini mempertahankan kebijakan ketat untuk meredam wabah awal, mengurangi permintaan bahan bakar.

Pada indikator teknis, kontrak berjangka bulan depan AS turun di bawah rata-rata pergerakan 50 hari, memicu likuidasi oleh para dana, kata Kissler, menambahkan dia memperkirakan tekanan akan berlanjut awal minggu depan.

"Pasar benar-benar terperangkap dalam potensi kehancuran permintaan yang serius, dan kami pasti melihat perubahan mood ke sisi negatifnya," kata Phil Flynn, seorang analis di grup Price Futures.

Polandia dan NATO pada Rabu (16/11/2022) mengatakan sebuah rudal yang jatuh di dalam negara itu mungkin ditembakkan oleh pertahanan udara Ukraina dan bukan serangan Rusia, meredakan kekhawatiran perang Rusia-Ukraina dapat meluas.

"Syukurlah, ketakutan itu telah mereda dan situasi menurun, yang membuat keuntungan minyak hilang. Tiongkok tetap menjadi risiko penurunan minyak dalam waktu dekat,” kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA.

Minyak mendapat dukungan dari angka resmi yang menunjukkan stok minyak mentah AS turun lebih besar dari perkiraan 5 juta barel dalam pekan terakhir.

Pasokan juga mengetat pada November karena OPEC dan sekutunya, yang dikenal secara kolektif sebagai OPEC+, menerapkan kontrol produksi terbaru mereka untuk mendukung pasar.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 10 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 52 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 56 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia