Harga CPO Tertekan Hingga 11% pada Pekan Lalu, Bagaimana Sepekan Ini?
JAKARTA, investor.id – Pekan lalu, harga CPO tertekan hingga 11%. Bagaimana sepekan ini?
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives periode 11 – 18 November 2022. Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 turun 402 Ringgit Malaysia (9,59%) menjadi 3.791 Ringgit Malaysia per ton. kontrak pengiriman CPO untuk Januari 2023 berkurang 459 Ringgit Malaysia (10,71%) menjadi 3.828 Ringgit Malaysia per ton.
Sedangkan kontrak berjangka CPO pengiriman Februari 2023 terkoreksi 474 Ringgit Malaysia (10,96%) menjadi 3.850 Ringgit Malaysia per ton. Maret 2023 merosot 472 Ringgit Malaysia (10,9%) menjadi 3.858 per ton.
Sementara itu, Kontrak berjangka CPO pengiriman April 2023 terjatuh 475 Ringgit Malaysia (11,02%) menjadi 3.835 Ringgit Malaysia per ton. Serta, Mei 2023 rontok 476 Ringgit Malaysia (11,13%).
Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pekan ini harga CPO bakal bergantung pada rilisnya beberapa indikator pasar yang dirilis. Indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia dan isu tenaga kerja perkebunan, perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait kebijakan ekspor dan program biodiesel, situasi Covid-19 di Tiongkok, pergerakan harga di pasar minyak nabati.
Baca Juga:
Holding Perkebunan Nusantara Bangun Pusat Pembelajaran Minyak Sawit, Kopi, dan Kakao di Sumut“Harga CPO diperkirakan akan bergerak pada resistance 4.200 – 4.500 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan level support berada di kisaran harga 3.650 – 3.400 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada investor Daily, belum lama ini.
Yoga menambahkan, untuk pergerakan harga minyak kedelai pada pekan ini ada potensi mengalami koreksi menguat melihat dari konflik Ukraina yang masih memanas saat ini. Namun, pergerakan harganya akan terbatasi oleh sentimen dari perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok.
Menurut Yoga, indikator yang dipantau antara lain kelanjutan kesepakatan ekspor via jalur Laut Hitam yang akan berakhir pada 19 November, perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, dan juga pergerakan harga di pasar CPO.
“Untuk harga minyak kedelai pada pekan ini, diperkirakan akan bergerak pada level resistance US$ 77 - 80 per pound. Sedangkan level support berada di kisaran harga US$ 73 - 70 per pound,” tutup Yoga.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






