Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Tertekan Hingga 11% pada Pekan Lalu, Bagaimana Sepekan Ini?

Penulis : Indah Handayani
21 Nov 2022 | 05:31 WIB
BAGIKAN
Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat. BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id – Pekan lalu, harga CPO tertekan hingga 11%. Bagaimana sepekan ini?

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives periode 11 – 18 November 2022. Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 turun 402 Ringgit Malaysia (9,59%) menjadi 3.791 Ringgit Malaysia per ton. kontrak pengiriman CPO untuk Januari 2023 berkurang 459 Ringgit Malaysia (10,71%) menjadi 3.828 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak berjangka CPO pengiriman Februari 2023 terkoreksi 474 Ringgit Malaysia (10,96%) menjadi 3.850 Ringgit Malaysia per ton. Maret 2023 merosot 472 Ringgit Malaysia (10,9%) menjadi 3.858 per ton.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Kontrak berjangka CPO pengiriman April 2023 terjatuh 475 Ringgit Malaysia (11,02%) menjadi 3.835 Ringgit Malaysia per ton. Serta, Mei 2023 rontok 476 Ringgit Malaysia (11,13%).  

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pekan ini harga CPO bakal bergantung pada rilisnya beberapa indikator pasar yang dirilis. Indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia dan isu tenaga kerja perkebunan, perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait kebijakan ekspor dan program biodiesel, situasi Covid-19 di Tiongkok, pergerakan harga di pasar minyak nabati.

“Harga CPO diperkirakan akan bergerak pada resistance 4.200 – 4.500 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan level support berada di kisaran harga 3.650 – 3.400 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada investor Daily, belum lama ini.

Yoga menambahkan, untuk pergerakan harga minyak kedelai pada pekan ini ada potensi mengalami koreksi menguat melihat dari konflik Ukraina yang masih memanas saat ini. Namun, pergerakan harganya akan terbatasi oleh sentimen dari perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok.

Menurut Yoga, indikator yang dipantau antara lain kelanjutan kesepakatan ekspor via jalur Laut Hitam yang akan berakhir pada 19  November, perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, dan juga pergerakan harga di pasar CPO.

“Untuk harga minyak kedelai pada pekan ini, diperkirakan akan bergerak pada level resistance US$ 77 - 80 per pound. Sedangkan level support berada di kisaran harga US$ 73 - 70 per pound,” tutup Yoga.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 26 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia