Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Rebound, Akhiri Pelemahan Empat Hari Berturut-turut

Penulis : Indah Handayani
22 Nov 2022 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Kelapa sawit - bahan CPO
Kelapa sawit - bahan CPO

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives rebound pada perdagangan Senin (21/11/2022). Akhiri pelemahan harga CPO yang terjadi empat hari berturut-turut.  

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Senin (21/11/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 naik 24 Ringgit Malaysia menjadi 3.815 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 menguat 3 Ringgit Malaysia menjadi 3.831 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Februari 2023 terkerek 5 Ringgit Malaysia menjadi 3.855 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 bertambah 4 Ringgit Malaysia menjadi 3.862 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman April 2023 naik 11 Ringgit Malaysia menjadi 3.846 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 terdongkrak 15 Ringgit Malaysia menjadi 3.817 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pekan ini harga CPO bakal bergantung pada rilisnya beberapa indikator pasar yang dirilis. Indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia dan isu tenaga kerja perkebunan, perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait kebijakan ekspor dan program biodiesel, situasi Covid-19 di Tiongkok, pergerakan harga di pasar minyak nabati.

“Harga CPO diperkirakan akan bergerak pada resistance 4.200 – 4.500 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan level support berada di kisaran harga 3.650 – 3.400 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada investor Daily, belum lama ini.

Yoga menambahkan, untuk pergerakan harga minyak kedelai pada pekan ini ada potensi mengalami koreksi menguat melihat dari konflik Ukraina yang masih memanas saat ini. Namun, pergerakan harganya akan terbatasi oleh sentimen dari perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok.

Menurut Yoga, indikator yang dipantau antara lain kelanjutan kesepakatan ekspor via jalur Laut Hitam yang akan berakhir pada 19 November, perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, dan juga pergerakan harga di pasar CPO.

“Untuk harga minyak kedelai pada pekan ini, diperkirakan akan bergerak pada level resistance US$ 77 - 80 per pound. Sedangkan level support berada di kisaran harga US$ 73 - 70 per pound,” tutup Yoga.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia