Harga CPO Rebound, Akhiri Pelemahan Empat Hari Berturut-turut
JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives rebound pada perdagangan Senin (21/11/2022). Akhiri pelemahan harga CPO yang terjadi empat hari berturut-turut.
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Senin (21/11/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 naik 24 Ringgit Malaysia menjadi 3.815 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 menguat 3 Ringgit Malaysia menjadi 3.831 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak pengiriman Februari 2023 terkerek 5 Ringgit Malaysia menjadi 3.855 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 bertambah 4 Ringgit Malaysia menjadi 3.862 Ringgit Malaysia per ton.
Serta, kontrak pengiriman April 2023 naik 11 Ringgit Malaysia menjadi 3.846 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 terdongkrak 15 Ringgit Malaysia menjadi 3.817 Ringgit Malaysia per ton.
Baca Juga:
Holding Perkebunan Nusantara Bangun Pusat Pembelajaran Minyak Sawit, Kopi, dan Kakao di SumutResearch & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pekan ini harga CPO bakal bergantung pada rilisnya beberapa indikator pasar yang dirilis. Indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia dan isu tenaga kerja perkebunan, perkembangan situasi di Indonesia khususnya terkait kebijakan ekspor dan program biodiesel, situasi Covid-19 di Tiongkok, pergerakan harga di pasar minyak nabati.
“Harga CPO diperkirakan akan bergerak pada resistance 4.200 – 4.500 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan level support berada di kisaran harga 3.650 – 3.400 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada investor Daily, belum lama ini.
Yoga menambahkan, untuk pergerakan harga minyak kedelai pada pekan ini ada potensi mengalami koreksi menguat melihat dari konflik Ukraina yang masih memanas saat ini. Namun, pergerakan harganya akan terbatasi oleh sentimen dari perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok.
Menurut Yoga, indikator yang dipantau antara lain kelanjutan kesepakatan ekspor via jalur Laut Hitam yang akan berakhir pada 19 November, perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, dan juga pergerakan harga di pasar CPO.
“Untuk harga minyak kedelai pada pekan ini, diperkirakan akan bergerak pada level resistance US$ 77 - 80 per pound. Sedangkan level support berada di kisaran harga US$ 73 - 70 per pound,” tutup Yoga.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






