Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Kembali Menguat

Penulis : Indah Handayani
23 Nov 2022 | 05:10 WIB
BAGIKAN
Tandan buah segar (TBS) pohon kelapa sawit dipanen di perkebunan kelapa sawit Kuala Selangor, Malaysia pada 26 April 2022. (FOTO: REUTERS/Hasnoor Hussain)
Tandan buah segar (TBS) pohon kelapa sawit dipanen di perkebunan kelapa sawit Kuala Selangor, Malaysia pada 26 April 2022. (FOTO: REUTERS/Hasnoor Hussain)

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives kembali menguat pada perdagangan Selasa (22/11/2022).  Dengan demikian, harga CPO naik dalam dua hari beruntun.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Selasa (22/11/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 naik 134 Ringgit Malaysia menjadi 3.949 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 menguat 151 Ringgit Malaysia menjadi 3.982 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Februari 2023 terkerek 149 Ringgit Malaysia menjadi 4.004 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 bertambah 154 Ringgit Malaysia menjadi 4.016 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman April 2023 naik 159 Ringgit Malaysia menjadi 4.005 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 terdongkrak 164 Ringgit Malaysia menjadi 3.981 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, pererakan harga CPO dipengaruhi harga di pasar minyak nabati, terutama minyak kedelai. Mengingat pergerakan harga minyak kedelai pada pekan ini ada potensi  menguat melihat dari konflik Ukraina yang masih memanas saat ini. Namun, pergerakan harganya akan terbatasi oleh sentimen dari perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok.

Menurut Yoga, hal ini sejalan dengan  kelanjutan kesepakatan ekspor via jalur Laut Hitam yang akan berakhir pada 19 November. Ditambah lagi, pengaruh dari perkembangan situasi Covid-19 di Tiongkok, dan juga pergerakan harga di pasar CPO.

“Untuk harga minyak kedelai pada pekan ini, diperkirakan akan bergerak pada level resistance US$ 77 - 80 per pound. Sedangkan level support berada di kisaran harga US$ 73 - 70 per pound,” tutup Yoga.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 18 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia