Minyak Menguat Dipicu Sentimen Atas Komentar Rusia
JAKARTA, investor.id - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari pernyataan Rusia serta penegasan dukungan Irak terhadap kebijakan OPEC+. Meski demikian, ancaman dari lonjakan kasus Covid-19 di Tiongkok membatasi pergerakan harga lebih lanjut.
Tim Research and Development ICDX mengatakan, dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani pada hari Kamis, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa rencana Barat dan sekutunya untuk menerapkan batas harga minyak dapat menyebabkan konsekuensi serius untuk pasar energi global. Putin juga mengisyaratkan sikap positif kedua negara dalam rencana kerja OPEC+ untuk membantu menstabilkan pasar minyak dunia.
“Pernyataan Putin tersebut berdampak positif pada harga minyak, karena mengindikasikan potensi OPEC dan sekutunya untuk mempertahankan kebijakan pemangkasan produksi, bahkan dari Rusia sendiri berpotensi melakukan pengurangan output yang jauh lebih besar,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Jumat (25/11/2022).
Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, produsen minyak mentah terbesar kedua di OPEC setelah Arab Saudi, Irak menegaskan dukungan terhadap keputusan dan kesepakatan OPEC dan OPEC+, dengan mengatakan hal itu bertujuan untuk mencapai stabilitas antara penawaran dan permintaan, ungkap Menteri Perminyakan Irak, Hayyan Abdul Ghanni, pada Kamis (24/11/2022).
Sementara itu, Tiongkok melaporkan rekor infeksi harian Covid-19 dengan total angka infeksi baru mencapai 32.943 kasus untuk 24 November, naik dari 31.656 kasus pada sehari sebelumnya. “Kekhawatiran akan efek dari pemberlakuan pembatasan dan penguncian yang lebih ketat, turut memicu potensi berkurangnya permintaan bahan bakar di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu,” tambah Tim Research and Development ICDX.
Tim Research and Development ICDX menyebut, fokus pasar juga tertuju pada keputusan yang akan diambil oleh Uni Eropa (UE) terkait batas harga minyak Rusia. Negosiasi negara-negara UE pada Kamis (24/11/2022) untuk menetapkan batas harga minyak Rusia tidak mencapai kesepakatan, dan akan dibahas kembali pada Jumat (25/11/2022), ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Tim Research and Development ICDX menambahkan, adapun yang menyebabkan kebuntuan dalam negosiasi. Karena Polandia menentang keras usulan harga dari sebagian besar negara UE di level US$ 65-70 per barel, dan mengusulkan batas harga di level US$ 30 per barel, jauh di bawah harga pasar. Keputusan batas harga tersebut akan menentukan arah pergerakan minyak kedepan, terlebih dengan semakin dekatnya waktu penerapan yang dijadwalkan akan berlaku efektif pada 5 Desember mendatang.
“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 74 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






