Menu
Sign in
@ Contact
Search
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

Minyak Menguat Dipicu Sentimen Atas Komentar Rusia

Jumat, 25 November 2022 | 11:00 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Pada penutupan pekan pagi ini, harga minyak terpantau bergerak menguat didukung oleh sentimen dari pernyataan Rusia serta penegasan dukungan Irak terhadap kebijakan OPEC+. Meski demikian, ancaman dari lonjakan kasus Covid-19 di Tiongkok membatasi pergerakan harga lebih lanjut.

Tim Research and Development ICDX mengatakan, dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani pada hari Kamis, Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa rencana Barat dan sekutunya untuk menerapkan batas harga minyak dapat menyebabkan konsekuensi serius untuk pasar energi global. Putin juga mengisyaratkan sikap positif kedua negara dalam rencana kerja OPEC+ untuk membantu menstabilkan pasar minyak dunia.

Baca juga: Minyak Merosot Lebih dari 3% Tertekan Pembicaraan Batas Harga Rusia

“Pernyataan Putin tersebut berdampak positif pada harga minyak, karena mengindikasikan potensi OPEC dan sekutunya untuk mempertahankan kebijakan pemangkasan produksi, bahkan dari Rusia sendiri berpotensi melakukan pengurangan output yang jauh lebih besar,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Jumat (25/11/2022).

Tim Research and Development ICDX menambahkan, turut mendukung pergerakan harga lebih lanjut, produsen minyak mentah terbesar kedua di OPEC setelah Arab Saudi, Irak menegaskan dukungan terhadap keputusan dan kesepakatan OPEC dan OPEC+, dengan mengatakan hal itu bertujuan untuk mencapai stabilitas antara penawaran dan permintaan, ungkap Menteri Perminyakan Irak, Hayyan Abdul Ghanni, pada Kamis (24/11/2022).

Baca juga: Eropa Segera Tetapkan Batas Harga, Minyak Ikut Melaju Positif

Sementara itu, Tiongkok melaporkan rekor infeksi harian Covid-19 dengan total angka infeksi baru mencapai 32.943 kasus untuk 24 November, naik dari 31.656 kasus pada sehari sebelumnya. “Kekhawatiran akan efek dari pemberlakuan pembatasan dan penguncian yang lebih ketat, turut memicu potensi berkurangnya permintaan bahan bakar di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Tim Research and Development ICDX menyebut, fokus pasar juga tertuju pada keputusan yang akan diambil oleh Uni Eropa (UE) terkait batas harga minyak Rusia. Negosiasi negara-negara UE pada Kamis (24/11/2022) untuk menetapkan batas harga minyak Rusia tidak mencapai kesepakatan, dan akan dibahas kembali pada Jumat (25/11/2022), ungkap sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Baca juga:  Minyak Kembali Stabil Didukung Pernyataan Saudi Serta Rusia

Tim Research and Development ICDX menambahkan, adapun yang menyebabkan kebuntuan dalam negosiasi. Karena Polandia menentang keras usulan harga dari sebagian besar negara UE di level US$ 65-70 per barel, dan mengusulkan batas harga di level US$ 30 per barel, jauh di bawah harga pasar. Keputusan batas harga tersebut akan menentukan arah pergerakan minyak kedepan, terlebih dengan semakin dekatnya waktu penerapan yang dijadwalkan akan berlaku efektif pada 5 Desember mendatang.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level US$ 82 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level US$ 74 per barel,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com