Jumat, 15 Mei 2026

Minyak Naik di Tengah Ekspektasi Pelonggaran Covid-19 Tiongkok

Penulis : Indah Handayani
30 Nov 2022 | 05:40 WIB
BAGIKAN
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara
ilustrasi harga minyak. Sumber: Antara

NEW YORK, investor.id - Minyak naik pada Selasa (29/11/2022). Di tengah ekspektasi pelonggaran kontrol ketat Covid-19 Tiongkok. Namun, kenaikan terbatasi akibat kekhawatiran bahwa OPEC+ akan mempertahankan produksinya pada pertemuan mendatang.

Minyak mentah berjangka Brent menetap di US$ 83,03 per barel, turun 16 sen (0,2%). Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menetap di US$ 78,20 per barel naik 96 sen (1,2%).

Pejabat kesehatan Tiongkok mengatakan negara itu berencana untuk mempercepat vaksinasi Covid-19 untuk orang lanjut usia, yang bertujuan untuk mengatasi hambatan utama dalam upaya melonggarkan pembatasan ‘nol-Covid; yang tidak populer.

ADVERTISEMENT

"Prospek kembali normal, dalam ekonomi yang merupakan importir minyak terbesar dunia, sudah cukup untuk membuat harga minyak melonjak dalam rebound harga signifikan pertama dalam dua minggu terakhir," kata analis ActivTrades Ricardo Evangelista.

Protes yang jarang terjadi di kota-kota di seluruh Tiongkok selama akhir pekan menargetkan kebijakan nol-COVID Presiden Xi Jinping dan merupakan pembangkangan publik terkuat selama karir politiknya, kata analis Tiongkok.

Pelemahan dolar AS, yang cenderung diperdagangkan terbalik dengan minyak, juga membantu mendongkrak harga minyak mentah. Indeks dolar telah jatuh ke 106,65 dari tertinggi 20 tahun karena investor melihat ke arah Federal Reserve mencapai tingkat puncak awal tahun depan dengan tekanan inflasi diperkirakan akan mereda.

"(Rebound) yang kuat dilanjutkan oleh melemahnya dolar AS dan kebutuhan untuk mendiskon beberapa hilangnya ketersediaan minyak mentah Rusia melalui dimulainya sanksi yang dijadwalkan minggu depan," kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates

Namun, harga minyak terhambat oleh kekhawatiran bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, tidak akan menyesuaikan rencana produksi mereka pada pertemuan berikutnya pada 4 Desember.

Lima sumber OPEC+ mengatakan OPEC+ kemungkinan akan mempertahankan kebijakan produksi minyak pada pertemuan hari Minggu, sementara dua sumber mengatakan pengurangan produksi tambahan juga kemungkinan akan dipertimbangkan. Namun, tidak ada yang berpikir pemotongan lain sangat mungkin terjadi

Pertemuan tersebut, yang direncanakan sebagai pertemuan tatap muka, dapat dilakukan sebagian atau seluruhnya secara virtual, kata sumber, yang menambah kekhawatiran bahwa pemotongan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

OPEC+ mulai menurunkan target produksinya sebesar 2 juta barel per hari (bpd) pada bulan November, yang bertujuan untuk menopang harga minyak.

Pasar juga menilai dampak dari batas harga Barat yang menjulang pada minyak Rusia.

Pemimpin dari negara-negara Kelompok Tujuh (G7) dan Uni Eropa telah membahas batas atas minyak Rusia antara US$$ 65 dan US$ 70 per barel, bertujuan untuk membatasi pendapatan guna mendanai serangan militer Moskow di Ukraina tanpa mengganggu pasar minyak global.

Namun, pemerintah Uni Eropa pada Senin (28/11/2022) gagal menyepakati batas tersebut, dengan Polandia bersikeras itu harus ditetapkan lebih rendah dari tingkat yang diusulkan oleh G7, kata para pemimpin tersebut.

Batas harga akan mulai berlaku pada 5 Desember, dan jika tidak ada kesepakatan, UE akan menerapkan langkah-langkah lebih keras yang disepakati pada akhir Mei, yaitu larangan semua impor minyak mentah Rusia mulai 5 Desember dan seterusnya. Sedangkan, produk minyak bumi mulai 5 Februari.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 18 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia