Penggerak Bursa Bukan Swasta, tetapi BUMN
JAKARTA, Investor.id - Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan, emiten BUMN berkontribusi sebesar 25% sebagai penggerak Bursa Efek Indonesia (BEI) atau lebih baik dibandingkan sektor swasta. Emiten BUMN juga memberikan return 18%, lebih besar dari swasta 10,8% per tahun.
"Ini menjelaskan mengapa Bursa sangat gembira ketika bisa bekerja sama dengan BUMN. Sebab, salah satu motor pertumbuhan Bursa adalah BUMN," jelas Erick dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (5/12).
Dia menambahkan, rasio utang emiten BUMN terhadap modal tahun ini juga diproyeksikan menurun menjadi 34% dari sebelumnya level 36%. Artinya, lanjut Erick, hal ini memperlihatkan bahwa BUMN sehat saat dikonsolidasikan.
Menurut Erick, sampai kuartal III-2022, BUMN telah berkontribusi kepada negara sebesar Rp 1.198 triliun, terdiri atas pajak bagi hasil dan dividen. Realisasi tersebut secara kumulatif lebih tinggi sebesar Rp 68 triliun dibandingkan tahun ssbelumnya. Laba bersih mencapai Rp 155 triliun, lebih besar dari total 2021 sebesar Rp 124,7 triliun.
Berdasarkan catatan Investor Daily, empat emiten BUMN masuk 10 besar market cap BEI. Mereka adalah PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BMRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dengan market cap masing-masing Rp 734 triliun, Rp 502 triliun, Rp 380 triliun, dan Rp 180 triliun, per 5 Desember 2022.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

