Periode Lock-up Pemegang Saham Seri B GOTO Belum Usai
JAKARTA, investor.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta penjelasan terkait volatilitas perdagangan saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akhir-akhir ini.
Hal itu terungkap dari tanggapan pihak GOTO dalam menjawab permintaan penjelasan BEI yang diunggah pada keterbukaan informasi di situs resmi BEI.
Pertanyaan yang diajukan BEI salah satunya terkait rencana pemegang saham utama terkait dengan kepemilikan sahamnya di perseroan.
Menjawab pertanyaan tersebut, Sekretaris Perusahaan GOTO RA Koesoemohadiani menjelaskan, tidak ada pemegang saham perseroan yang memenuhi kriteria sebagai pemegang saham utama (kepemilikan sebesar atau di atas 20%). Namun untuk para pemegang saham pengendali, masih dalam periode lock-up untuk saham seri B yang dimilikinya.
“Selanjutnya, untuk para pemegang saham pengendali, dapat disampaikan bahwa seluruh saham seri B atau saham dengan hak suara multipel yang dimiliki para pemegang saham pengendali masih dalam periode lock-up sampai dengan Maret 2024, sesuai dengan ketentuan yang diatur di dalam POJK No. 22/ POJK.04/2021,” paparnya dalam keterbukaan informasi dikutip Rabu (7/12/2022).
Adapun dalam prospektus IPO GOTO disebutkan bahwa pemegang saham pengendali GOTO adalah Andre Soelistyo, Kevin Bryan Aluwi, William Tanuwijaya, dan Melissa Siska Juminto, yang seluruhnya merupakan pemegang saham seri B.
Dalam prospektus juga dinyatakan, Andre Soelistyo menggenggam sebesar 6.734.025.100 saham seri B; Kevin Bryan Aluwi sebesar 3.272.789.432 saham seri B; William Tanuwijaya sebesar 12.588.634.432 saham seri B; Melissa Siska Juminto sebesar 1.087.292.195 saham seri B. Selain itu, ada PT Saham Anak Bangsa yang memiliki sebesar 26.888.988.841 saham seri B. Sampai dengan tanggal diterbitkannya prospektus itu, rasio hak suara untuk saham seri B sebesar 30 hak suara untuk
setiap saham seri B sesuai dengan POJK No. 22/2021.
Sedangkan pemegang saham seri A GOTO sebelum penawaran umum perdana saham (IPO) dilarang untuk mengalihkan sebagian atau seluruh kepemilikan atas saham seri A yang dimilikinya sampai dengan delapan bulan sejak tanggal efektif, atau telah berakhir pada 30 November 2022 lalu.
RA Koesoemohadiani sempat menjelaskan, sebagaimana telah diungkapkan sebelumnya, berdasarkan POJK 22/POJK.04/2021, periode lock-up bagi para pemegang saham pra-IPO perusahaan selama delapan bulan berakhir pada 30 November 2022, sehingga terhitung 1 Desember 2022, seluruh saham yang dibatasi tersebut dapat diperdagangkan secara bebas di Bursa Efek Indonesia.
“Selaku emiten, fluktuasi harga saham dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk yang berada di luar kendali kami. Fokus GoTo adalah untuk terus menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham,” katanya dalam keterangan tertulis.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






