Tak Tanggung-tanggung, Kontrak Baru Wika Gedung (WEGE) Melejit Triple-digit
JAKARTA, investor.id – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) atau Wika Gedung membukukan nilai kontrak baru hingga November tahun 2022 sebesar Rp 4,2 triliun. Perolehan itu meningkat sekitar 28% dibandingkan kontrak pada September 2022 sebesar Rp 3 triliun dan melesat triple-digit atau tepatnya 107% secara year on year (yoy).
Dilihat dari sisi pemilik proyek, total kontrak Rp 4,2 triliun tersebut masing-masing berasal dari proyek pemerintah sebesar 32,66%, kemudian BUMN 23,56%, dan swasta sebesar 43,57%. Sementara itu, dari tipenya, mayoritas atau 67,08% proyek garapan Wika Gedung berupa fasilitas publik, 22,13% perkantoran, 9,93% residensial, dan 0,87% komersial.
Biarpun tahun 2022 tinggal menyisakan beberapa pekan, manajemen Wika Gedung tetap optimistis dapat memenuhi target kontrak tahun ini sebesar Rp 7 triliun.
ADVERTISEMENT
"Kami tetap targetkan kontrak Rp 7 triliun. Kami sudah punya jadwal. Ada proses yang kami ikuti sekitar 11 tender dan semoga semuanya berkontrak dalam dua minggu ini,” kata Direktur Quality, Health, Safety, Environment, dan Pemasaran Wika Gedung Yulianto dalam paparan publik, Kamis (8/12/2022).
Adapun 11 tender yang sedang perseroan ikuti mayoritas berasal dari Kementerian BUMN dan sekitar 15% sampai 20% lainnya dari swasta. Karena itu, dia yakin kontrak tahun ini bisa dicapai sesuai Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB).
Bila dirinci, sejumlah proyek yang berkontribusi terhadap kontrak emiten berkode saham WEGE ini hingga November 2022 di antaranya bersumber dari proyek gedung fasilitas pengembangan produk PT Bio Farma senilai Rp 622 miliar, Bandara Kediri Phase 2 senilai Rp 1,8 triliun, revitalisasi Bandara Halim senilai Rp 122 miliar, dan RSUD Kalideres sebesar Rp 132 miliar.
Ke depan, WEGE sudah menyiapkan rencana strategis 2023 dengan pertumbuhan kinerja berkisar 10% sampai 20%. Katalis positifnya datang dari proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proyek swasta yang kini mulai menunjukkan pemulihan.
"Jadi kami yakin industri konstruksi masih positif dan kami tetapkan juga untuk pertumbuhan 2023 antara 10% sampai 20%. Kami yakin bisa tercapai. Apalagi, kami memiliki kekuatan dari sistem manajemen di sana, ada building information modeling (BIM) dan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi kekuatan untuk mencapai hasil lebih baik," terang Yuli.
Dalam kesempatan itu, Direktur Keuangan, HC, dan Manajemen Risiko Wika Gedung Syailendra Ogan menambahkan bahwa ke depan Wika Gedung masih akan fokus menyasar pasar rumah sakit, pendidikan, perkantoran, dan pasar pariwisata.
Sebab ketiga pasar tersebut masih berpeluang terus tumbuh. Terlebih, dari sisi perkantoran, perseroan melihat ada beberapa BUMN yang sudah menyiapkan investasi untuk perkantoran di Jakarta maupun daerah lain.
"Jadi, peluang pasarnya masih cukup baik. Walaupun kemungkinan terjadi resesi global dan sebagainya, tapi Indonesia mampu bertahan. Jadi, kami yakin masih mampu bertahan dan eksis terutama di industri konstruksi gedung," ujar Ogan.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

