Jumat, 15 Mei 2026

Kontrak BUMN Karya Ditaksir Tembus Rp 300 Triliun

Penulis : Harso Kurniawan
9 Des 2022 | 06:51 WIB
BAGIKAN
Emiten Konstruksi
Emiten Konstruksi

JAKARTA, Investor.id – Total nilai kontrak yang ditangani (order book) empat BUMN karya, yakni PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT PP Tbk (PTPP), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) diprediksi menembus Rp 300 triliun atau tepatnya Rp 308 triliun tahun depan, naik dibandingkan target tahun ini Rp 278 triliun.

Hal itu ditopang meningkatnya anggaran infastruktur pemerintah dan bergulirnya proyek Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Perinciannya, Adhi Karya diprediksi meraup order book Rp 66 triliun, Wijaya Karya atau Wika Rp 98 triliun, PP Rp 91 triliun, dan Waskita Rp 57 triliun tahun depan. Per Oktober 2022, empat perusahaan itu meraup kontrak baru Rp 79,8 triliun

Berdasarkan laporan riset BRI Danareksa Sekuritas, Wijaya Karya atau Wika meraup kontrak baru tertinggi, sebesar Rp 25,5 triliun hingga Oktober 2022, tumbuh 81% dibandingkan periode sama tahun lalu. Jumlah itu setara 59,9% dari target perseroan sepanjang 2022. Selanjutnya, PP menorehkan kontrak baru Rp 21,8 triliun, naik 50% dan mencapai 70% dari target.

Adhi Karya berada di peringkat ketiga dengan raihan kontrak baru Rp 19,1 triliun, tumbuh 51,6% dan 83% dari target. Terakhir, Waskita meraih kontrak baru Rp 13,4 triliun, naik 10,6% dan 53% dari target.

ADVERTISEMENT

BRI Danareksa menilai, tahun depan, pemerintah mematok belanja infrastruktur Rp 392 triliun, naik 7,8% dari target tahun ini. Selain itu, pemerintah mengalokasikan belanja Rp 20,8 triliun untuk pengembangan IKN tahun depan, naik drastis dari tahun ini Rp 5,4 triliun.

Sementara itu, untuk mengakselerasi pembangunan proyek tol, pemerintah mengalokasikan dana Rp 25,4 triliun ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Dana itu akan digunakan untuk pembebasan lahan. 

“Kedua faktor itu akan menopang perolehan kontrak baru BUMN karya tahun depan, kendati ada pemilu,” tulis BRI Danareksa dalam laporan riset, dikutip Kamis (8/12/2022).

Kehadiran Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA), tulis broker itu, juga berdampak positif ke kinerja BUMN konstruksi. Sebab, INA telah menjalin kemitraan kuat dengan BUMN karya untuk program asset recycling. Tahun ini, INA berinvestasi di dua seksi tol Trans Jawa yang dimiliki Waskita.

BRI Danareksa menyematkan rekomendasi buy saham PTPP, ADHI, WIKA, dan WSKT, dengan target harga masing-masing Rp 1.500, Rp 800, Rp 900, dan Rp 550.

Editor: Harso Kurniawan

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 28 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 32 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia