Kontrak BUMN Karya Ditaksir Tembus Rp 300 Triliun
JAKARTA, Investor.id – Total nilai kontrak yang ditangani (order book) empat BUMN karya, yakni PT Adhi Karya Tbk (ADHI), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT PP Tbk (PTPP), dan PT Waskita Karya Tbk (WSKT) diprediksi menembus Rp 300 triliun atau tepatnya Rp 308 triliun tahun depan, naik dibandingkan target tahun ini Rp 278 triliun.
Hal itu ditopang meningkatnya anggaran infastruktur pemerintah dan bergulirnya proyek Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur. Perinciannya, Adhi Karya diprediksi meraup order book Rp 66 triliun, Wijaya Karya atau Wika Rp 98 triliun, PP Rp 91 triliun, dan Waskita Rp 57 triliun tahun depan. Per Oktober 2022, empat perusahaan itu meraup kontrak baru Rp 79,8 triliun
Berdasarkan laporan riset BRI Danareksa Sekuritas, Wijaya Karya atau Wika meraup kontrak baru tertinggi, sebesar Rp 25,5 triliun hingga Oktober 2022, tumbuh 81% dibandingkan periode sama tahun lalu. Jumlah itu setara 59,9% dari target perseroan sepanjang 2022. Selanjutnya, PP menorehkan kontrak baru Rp 21,8 triliun, naik 50% dan mencapai 70% dari target.
Adhi Karya berada di peringkat ketiga dengan raihan kontrak baru Rp 19,1 triliun, tumbuh 51,6% dan 83% dari target. Terakhir, Waskita meraih kontrak baru Rp 13,4 triliun, naik 10,6% dan 53% dari target.
BRI Danareksa menilai, tahun depan, pemerintah mematok belanja infrastruktur Rp 392 triliun, naik 7,8% dari target tahun ini. Selain itu, pemerintah mengalokasikan belanja Rp 20,8 triliun untuk pengembangan IKN tahun depan, naik drastis dari tahun ini Rp 5,4 triliun.
Sementara itu, untuk mengakselerasi pembangunan proyek tol, pemerintah mengalokasikan dana Rp 25,4 triliun ke Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN). Dana itu akan digunakan untuk pembebasan lahan.
“Kedua faktor itu akan menopang perolehan kontrak baru BUMN karya tahun depan, kendati ada pemilu,” tulis BRI Danareksa dalam laporan riset, dikutip Kamis (8/12/2022).
Kehadiran Lembaga Pengelola Investasi atau Indonesia Investment Authority (INA), tulis broker itu, juga berdampak positif ke kinerja BUMN konstruksi. Sebab, INA telah menjalin kemitraan kuat dengan BUMN karya untuk program asset recycling. Tahun ini, INA berinvestasi di dua seksi tol Trans Jawa yang dimiliki Waskita.
BRI Danareksa menyematkan rekomendasi buy saham PTPP, ADHI, WIKA, dan WSKT, dengan target harga masing-masing Rp 1.500, Rp 800, Rp 900, dan Rp 550.
Editor: Harso Kurniawan
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

