Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Turun Dua Hari Beruntun

Penulis : Indah Handayani
9 Des 2022 | 05:30 WIB
BAGIKAN
Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat.  Foto ilustrasi:  BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal
Petani menunjukkan buah sawit di perkebunan kelapa sawit di Bogor, Jawa Barat. Foto ilustrasi: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives turun pada perdagangan Kamis (8/12/2022). Dengan demikian, harga CPO turun dua hari beruntun.    

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Kamis (8/12/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 turun 25 Ringgit Malaysia menjadi 3.886 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 merosot 25 Ringgit Malaysia menjadi 3.910 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Februari 2023 rontok 26 Ringgit Malaysia menjadi 3.943 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 terkoreksi 29 Ringgit Malaysia menjadi 3.972 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman April 2023 menurun 26 Ringgit Malaysia menjadi 3.975 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 terpeleset 12 Ringgit Malaysia menjadi 3.963 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, harga CPO lebih banyak dikelilingi oleh sentiment positif. Mulai dari rencana pemerintah Indonesia untuk meningkatkan mandatori biodiesel menjadi B35 yang akan dimulai pada Januari 2023 mendatang. Selain itu, keputusan pemerintah India untuk memperpanjang bea masuk gratis untuk CPO dan mengurangi bea masuk untuk produk olahan CPO.

“Serta, situasi Covid-19 di Tiongkok yang kembali membaik,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, Kamis (8/12/2022).

Namun, lanjutnya, keputusan Uni Eropa yang mengesahkan undang-undang yang melarang impor sejumlah komoditas yang terkait dengan deforestasi, termasuk CPO, membatasi laju harga CPO. “Dengan demikian, harga CPO bergerak pada resistance 4.100 Ringgit Malaysia per ton, dan level support 3.900 Ringgit Malaysia per ton,” tambah Yoga.

Jelang akhir pekan, Yoga memprediksi harga CPO akan bergerak bullish. Indikator yang dipantau antara lain perkembangan situasi di negara eksportir utama yaitu Indonesia dan Malaysia, perkembangan situasi di negara importir utama yaitu Tiongkok dan India, dan situasi di pasar minyak nabati.

“Harga CPO jelang akhir pekan diperkirakan akan bergerak pada resistance di kisaran harga 4.100 – 4.200 Ringgit Malaysia per ton. Apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun ke level support di 3.900 – 3.800 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 17 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 21 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia