Jumat, 15 Mei 2026

Harga CPO Rebound

Penulis : Indah Handayani
10 Des 2022 | 05:00 WIB
BAGIKAN
Bisnis sawit PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN). (Foto: Perseroan)
Bisnis sawit PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN). (Foto: Perseroan)

JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives rebound pada perdagangan Jumat (9/12/2022). Mengakhiri penurun yang terjadi dalam dua hari beruntun.    

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Jumat (9/12/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 naik 38 Ringgit Malaysia menjadi 3.924 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 meningkat 38 Ringgit Malaysia menjadi 3.948 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak pengiriman Februari 2023 terkerek 52 Ringgit Malaysia menjadi 3.995 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 menguat 60 Ringgit Malaysia menjadi 4.032 Ringgit Malaysia per ton.

ADVERTISEMENT

Serta, kontrak pengiriman April 2023 bertambah 60 Ringgit Malaysia menjadi 4.035 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 terdongkrak 62 Ringgit Malaysia menjadi 4.025 Ringgit Malaysia per ton.

Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, jelang akhir pekan, harga CPO bergerak bullish. Indikator yang dipantau antara lain perkembangan situasi di negara eksportir utama yaitu Indonesia dan Malaysia.

“Ditambah lagi, perkembangan situasi di negara importir utama yaitu Tiongkok dan India, dan situasi di pasar minyak nabati,” ungkapnya kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Sedangkan untuk pekan depan, Yoga menyebut, pergerakan harga CPO pekan depan akan bergantung pada indikator pasar yang akan dirilis. Indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia untuk paruh pertama Desember, perkembangan situasi di Indonesia terkait kebijakan ekspor CPO, situasi di negara importir utama dan situasi di pasar minyak nabati.

“Harga CPO pada perkan depan diperkirakan akan bergerak pada resistance di 4.100 – 4.250 Ringgit Malaysia per ton. Apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun ke level support di 3.900 – 3.750 Ringgit Malaysia per ton,” tutup Yoga.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 9 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 19 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia