Kamis, 14 Mei 2026

Alkindo Naratama (ALDO) Bidik Penjualan Naik Lebih dari 2 Kali Lipat

Penulis : Zsazya Senorita
12 Des 2022 | 16:18 WIB
BAGIKAN
Produksi PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO). (Ist)
Produksi PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO). (Ist)

JAKARTA, investor.id - PT Alkindo Naratama Tbk (ALDO) optimistis penjualan tahun depan bisa tumbuh lebih dari dua kali lipat, seiring pengoperasian mesin-mesin baru perseroan yang diharapkan dapat mulai beroperasi secara komersial pada awal 2023.

Optimisme kinerja tahun depan semakin membaik, seiring bertumbuhnya kebutuhan produk kertas cokelat berbahan daur ulang (recycled brown paper) serta kuatnya jalinan relasi perseroan dengan para pelanggan korporasi.

Rencananya, emiten industri kertas dan bahan kimia tersebut akan memulai proses commissioning mesin-mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi kertas cokelat berbahan daur ulang (recycled brown paper) pada 15 Desember 2022. Commissioning adalah proses memastikan bahwa semua sistem dan komponen dari mesin baru tersebut sesuai dengan persyaratan operasional yang direncanakan. 

ADVERTISEMENT

“Setelah commissioning berjalan lancar, maka kapasitas produksi kertas cokelat berbahan daur ulang ALDO akan meningkat menjadi 220.000 ton per tahun dari kapasitas produksi saat ini yang sekitar 80.000 ton per tahun. Kami optimistis peluang pasar produk berbahan kertas cokelat hasil daur ulang akan makin bertumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan,” kata Direktur Utama ALDO, H Sutanto, Senin (12/12/2022).

Prospek 2023 tersebut, turut dilatarbelakangi pandangan Bank Indonesia bahwa nilai transaksi e-commerce akan terus naik hingga 2024. Gubernur BI Perry Warjiyo memperkirakan, total nilai transaksi e-commerce tahun ini mencapai Rp 489 triliun, lalu naik menjadi Rp 572 triliun pada 2023, dan kembali naik menjadi Rp 689 triliun pada 2024. Perseroan mengartikan, peningkatan transaksi e-commerce juga akan meningkatkan kebutuhan kemasan kertas dari barang-barang yang dijual melalui transaksi e-commerce tersebut.

Sebelumnya, Sutanto menuturkan target omzet 2023 di level Rp 3 triliun atau tumbuh sekitar dua kali lipat dari target tahun ini Rp 1,7 triliun. Beroperasinya mesin paper kedua diproyeksi bakal memacu pendapatan perseroan.

Sutanto menjelaskan, penambahan mesin paper kedua di PT Eco Paper Indonesia (ECO) selaku anak usaha merupakan program yang sudah dicanangkan perseroan sejak 2021. Saat ini, Eco Paper baru memiliki satu mesin paper berkapasitas 250 ton per hari, atau sekitar 75 ribu ton dalam setahun.

"Dengan adanya ini (mesin baru), turnover kami akan menjadi dua kali lipat dari 2021, di mana tahun depan kurang lebih hampir Rp 1,5 triliun, tahun ini akan Rp 1,7 triliun, dan tahun depan bisa Rp 3 triliun. Itu proyeksi dalam waktu dekat," katanya di acara Kamu Beli Saham Apa (KBSA) Mirae Asset, beberapa waktu lalu.

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 3 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 12 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 29 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 59 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 1 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia