Duh, Harga CPO Anjlok
JAKARTA, investor.id - Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives anjlok pada perdagangan Senin (12/12/2022). Membalikan keuntungan yang terjadi pada perdagangan Jumat (9/12/2022).
Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives pada penutupan Senin (12/12/2022), kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Desember 2022 turun 246 Ringgit Malaysia menjadi 3.678 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Januari 2023 merosot 246 Ringgit Malaysia menjadi 3.702 Ringgit Malaysia per ton.
Baca Juga:
Produktivitas dan Hilirisasi SawitSementara itu, kontrak pengiriman Februari 2023 anjlok 258 Ringgit Malaysia menjadi 3.737 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Maret 2023 terkoreksi 268 Ringgit Malaysia menjadi 3.764 Ringgit Malaysia per ton.
Serta, kontrak pengiriman April 2023 melemah 268 Ringgit Malaysia menjadi 3.767 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak pengiriman Mei 2023 turun 247 Ringgit Malaysia menjadi 3.778 Ringgit Malaysia per ton.
Research & Development ICDX Girta Yoga mengatakan, sepekan ke depan, harga CPO akan bergantung pada indikator pasar yang akan dirilis . Indikator yang dipantau antara lain rilisnya data ekspor CPO Malaysia untuk paruh pertama Desember, perkembangan situasi di Indonesia terkait kebijakan ekspor CPO, situasi di negara importir utama dan situasi di pasar minyak nabati.
“Untuk level resistance di kisaran harga 4.100 – 4.250 Ringgit Malaysia per ton, dan apabila mendapat katalis negatif, maka harga berpotensi turun ke level support di 3.900 – 3.750 Ringgit Malaysia per ton,” ungkap Yoga kepada Investor Daily, belum lama ini.
Yoga memperkirakan permintaan dari Tiongkok berpotensi meningkat seiring dengan membaiknya situasi Covid-19 serta persiapan stok menyambut perayaan Tahun Baru China. Ditambah lagi, India yang baru-baru ini memutuskan untuk memperpanjang bea masuk gratis untuk CPO hingga akhir Desember, juga berpotensi mendongkrak kenaikan permintaan.
“Meski demikian, permintaan dari Uni Eropa berpotensi menurun akibat pemberlakuan undang-undang larangan impor untuk komoditas terkait deforestasi, termasuk CPO,” tambahnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






