Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Komitmen Bawa Inalum IPO

Penulis : Muawwan Daelami
13 Des 2022 | 22:29 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi Inalum. (Foto: PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum)
Ilustrasi Inalum. (Foto: PT Indonesia Asahan Aluminium/Inalum)

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan untuk mengurangi penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 48 triliun di PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum).

Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2022 yang diteken Presiden Jokowi pada 8 Desember 2022.

Pengurangan PMN tersebut berkaitan dengan rencana pemerintah yang akan membawa Inalum melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham.

ADVERTISEMENT

Pemerintah melihat pemisahan fungsi Inalum sebagai operating dan fungsi Inalum holding (split off) ini sebagai bagian dari strategic holding untuk mengembangkan bisnis dan industri pertambangan yang lebih optimal dan efisien.

"Perlu dibentuk strategic holding dengan mendirikan Perusahaan Perseroan (Persero) di Bidang Pertambangan sebagai induk, melalui pemisahan kegiatan operasional dan kegiatan strategis Perusahaan Perseroan (Persero) PT Indonesia Asahan Aluminium," demikian bunyi isi PP tersebut, yang dikutip pada Selasa (13/12/2022).

Terlebih, Inalum merupakan induk usaha yang menaungi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Freeport Indonesia sebagai anggota holding industri pertambangan atau MIND ID.

Karena itu, sejalan dengan niat pemerintah memboyong Inalum sebagai perusahaan publik, maka negara perlu mengurangi porsinya di Inalum dan memindahkan share-nya kepada anggota MIND ID yang lain.

Inalum kini tak lagi memiliki saham di BUMN yang menjadi anggota MIND ID. Alhasil, modal negara di Antam dan Timah menjadi 65%. Kemudian, di Bukit Asam menjadi 65,02% dan Freeport Indonesia menjadi 5,62%.

Sebelumnya, Inalum direncanakan IPO pada akhir tahun ini. Sebab IPO Inalum sudah masuk dalam rencana aksi korporasi Kementerian BUMN selaku pemegang saham.

Sesuai rencana, dana hasil IPO akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas perseroan. Mengingat selama 40 sampai 50 tahun terakhir, kapasitas produksi Inalum dinilai bergerak stagnan hanya 250 ribu ton. Selain itu, dana IPO juga akan dipakai untuk mengintegrasikan bauksit sampai aluminium ke dalam satu perusahaan.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 7 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 17 menit yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 1 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 1 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia