Jumat, 15 Mei 2026

Tahun Depan, Waskita Karya (WSKT) Bakal Ajukan Pinjaman Bank Rp 1,7 T

Penulis : Muawwan Daelami
14 Des 2022 | 13:12 WIB
BAGIKAN
Waskita Karya. Foto: dok.Beritasatu
Waskita Karya. Foto: dok.Beritasatu

JAKARTA, investor.id - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berencana mengajukan kembali fasilitas pendanaan Kredit Modal Kerja (KMK) tahap II dengan target proceed sebesar Rp 1,7 triliun pada tahun depan.

KMK merupakan fasilitas pendanaan yang diberikan perbankan kepada perseroan atas penjaminan pemerintah. Rencana perseroan mengajukan kembali KMK tersebut untuk menuntaskan 45 proyek yang kini masih dalam tahap konstruksi.

Tercatat, hingga Oktober 2022, emiten konstruksi pelat merah ini telah berhasil menuntaskan sebanyak 103 proyek dari total 148 proyek yang didanai KMK penjaminan pemerintah.

ADVERTISEMENT

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) Wiwi Suprihatno mengungkapkan, dukungan pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No.211/PMK.08/2020 sangat membantu perseroan dalam menyelesaikan pekerjaan proyek.

“Dukungan ini memberikan tambahan modal kerja bagi perseroan dalam memperoleh kas dari termin proyek. Tentu, ini menjadi bukti kerja perseroan terhadap pemerintah yang per Oktober kemarin telah menyelesaikan 130 proyek,” ujar Wiwi dalam keterangan resmi, Rabu (14/12/2022).

Pada tahap I, pemerintah telah menjadi penjamin atas pinjaman yang diajukan perseroan kepada perbankan dengan total plafond sebesar Rp 8,07 triliun dan bersifat revolving facilities.

Dari fasilitas tersebut, perseroan telah melakukan penarikan sebanyak 10 kali dengan total Rp 10,8 triliun terhitung sejak November 2021 dan telah melunasi sebesar Rp 4,72 triliun sehingga tersisa outstanding sebesar Rp 6,08 triliun.

Sedangkan dari plafond sebesar Rp 8,07 triliun, Waskita masih memiliki sisa plafond sebesar Rp 2 triliun. Karena itu, Wiwi mengatakan, perseroan akan mengajukan kembali KMK tahap II untuk mendanai proyek baru dan menyelesaikan proyek on-going.

“Dukungan pemerintah sangat berdampak positif terhadap posisi topline perseroan dari segi akselerasi produksi pada proyek dan penyerapan pendapatan usaha perseroan," imbuhnya.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 23 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 27 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia