Perdana Listing, Gerak Saham Venteny (VTNY) Seperti Ini
JAKARTA, investor.id - Perusahaan teknologi, PT Venteny Fortuna International Tbk (VTNY) resmi mencatatkan (listing) perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/12/2022). Venteny menjadi perusahaan tercatat ke-59 di BEI pada tahun 2022.
Pada perdagangan sesi I perdananya di pasar sekunder, saham VTNY dibuka di Rp 450 atau melompat 25% dari harga initial public offering (IPO). Namun kemudian turun di mana sempat bergerak ke level terendah Rp 342 dan tertinggi Rp 450 pada 15 menit pertama sesi I.
Baca Juga:
IPO Venteny (VTNY) OversubscribedSebelumnya, Venteny menggelar IPO dengan melepas sebanyak 939.779.100 saham atau 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO dengan nilai nominal Rp 5 per saham. Venteny menetapkan harga IPO Rp 360 per saham sehingga dana yang bakal diraup perseroan sebanyak Rp 338,32 miliar.
Dalam keterangan resmi perseroan disebutkan bahwa atas permintaan yang tinggi dari masyarakat, saham VTNY telah mengalami oversubscribed (kelebihan pemesanan) hingga 12,58 kali dari pooling (penjatahan terpusat) berdasarkan data dari sistem E-IPO. Investor yang membeli saham Venteny tersebar dari 34 provinsi di Indonesia dan 6 negara. Sementara, jumlah pemesan saham VENTENY mencapai 18.847 pemesan.
Founder dan Group CEO PT Venteny Fortuna International Tbk Jun Waide mengatakan, momen bersejarah ini merupakan babak baru bagi Venteny dalam membangun ekosistem teknologi untuk mendukung akselerasi bisnis UMKM dan meningkatkan kualitas hidup karyawan.
“Kami bersyukur, meski di tengah situasi ekonomi global yang penuh tantangan, kami menerima antusiasme yang luar biasa dari para investor, pengguna, dan masyarakat yang telah turut ambil bagian dalam perjalanan kami. Kami percaya, Venteny akan tumbuh bersama di Indonesia,” ungkapnya, Kamis (15/12/2022).
Baca Juga:
Modal Mitratel (MTEL) BertambahMemiliki operasional di Filipina (sejak tahun 2015), Singapura (sejak tahun 2016), dan Indonesia (sejak tahun 2019), Venteny memilih Indonesia sebagai pijakan untuk melakukan aksi korporasi IPO.
“Kami melihat skala pasar yang besar dan potensial di Indonesia, serta potensi pertumbuhan pasar modal nasional yang kuat dengan jumlah investor retail yang besar,” tambah Jun.
Editor: Theresa Sandra Desfika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





