Jumat, 15 Mei 2026

Rights Issue, BTN (BBTN) Tetapkan Harga Pelaksanaan Rp 1.200

Penulis : Thresa Sandra Desfika
15 Des 2022 | 14:08 WIB
BAGIKAN
Nasabah sedang menunggu antrian di teller Bank BTN di Jakarta. Foto ilustrasi:  Beritasatu Photo/Uthan
Nasabah sedang menunggu antrian di teller Bank BTN di Jakarta. Foto ilustrasi: Beritasatu Photo/Uthan

JAKARTA, investor.id - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) atau BTN siap menggelar penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dengan melepas sebanyak-banyaknya 3.444.444.413 saham baru seri B dengan nilai nominal Rp 500 per saham.

Jumlah saham yang dilepas itu setara 24,54% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah PMHMETD II.

Dalam keterbukaan informasi terbarunya, Kamis (15/12/2022), perseroan menyatakan pemegang 100 juta saham biasa atas nama yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan (saham lama) yang namanya tercatat dalam dafar pemegang saham (DPS) perseroan pada tanggal terakhir pencatatan (recording date) pada pukul 16.00 WIB berhak atas 32.525.443 HMETD.

ADVERTISEMENT

Di mana 1 HMETD berhak untuk membeli 1 saham baru dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 1.200 per saham.

Jumlah dana yang akan diterima BBTN dalam PMHMETD II ini adalah sebanyak-banyaknya sebesar Rp 4,13 triliun.

Pemegang saham utama Bank BTN adalah Negara Republik Indonesia. Pada tanggal perubahan dan/atau penambahan informasi (keterbukaan informasi) ini diterbitkan, Negara Republik Indonesia memiliki 1 saham seri A dwiwarna dan 6.353.999.999 saham seri B yang mewakili 60,00% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam perseroan.

Negara Republik Indonesia akan melaksanakan HMETD yang menjadi porsinya dalam PMHMETD II ini yaitu 2.066.666.648 saham baru melalui penambahan penyertaan modal negara sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 48 Tahun 2022 tanggal 8 Desember 2022 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bank Tabungan Negara Tbk, yang mengatur bahwa Negara Republik Indonesia melakukan penambahan penyertaan modal ke dalam modal saham perseroan dengan nilai penambahan penyertaan modal negara sebesar paling banyak Rp 2,48 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022 sebagaimana ditetapkan kembali dalam Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022.

Jika saham baru yang ditawarkan dalam PMHMETD II ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang saham porsi publik perseroan lainnya atau pemegang bukti HMETD porsi publik yang berhak, maka sisa saham baru akan dialokasikan kepada pemegang saham atau pemegang HMETD lainnya yang telah melaksanakan haknya dan melakukan pemesanan saham baru tambahan sebagaimana tercantum dalam sertifikat bukti HMETD secara proporsional dengan ketentuan: (i) bila jumlah seluruh saham baru yang dipesan termasuk pemesanan saham baru tambahan tidak melebihi jumlah seluruh saham yang ditawarkan dalam PMHMETD II ini, maka seluruh pesanan atas saham baru tambahan akan dipenuhi; (ii) bila jumlah seluruh saham baru yang dipesan, termasuk pemesanan saham baru tambahan melebihi jumlah seluruh saham baru yang ditawarkan dalam PMHMETD II ini, maka kepada pemesan yang melakukan pemesanan saham baru tambahan akan diberlakukan sistem penjatahan secara proporsional, berdasarkan atas jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta pemesanan saham baru tambahan.

Apabila setelah alokasi tersebut masih terdapat sisa saham baru yang ditawarkan, sesuai dengan Surat Pernyataan Pembeli Siaga dalam rangka PMHMETD II PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tanggal 9 Desember 2022, PT CIMB Niaga Sekuritas (CIMBS) akan bertindak sebagai pembeli siaga atas sebagian sisa saham baru yang tidak diambil bagian tersebut.

Sebagai pembeli siaga, maka CIMBS akan membeli sebagian sisa saham baru yang tidak diambil bagian tersebut dengan harga yang sama dengan harga pelaksanaan, yaitu Rp 1.200 setiap saham baru, yaitu sebanyak-banyaknya 83.333.333 sisa saham baru yang setara dengan Rp 99,99 miliar yang seluruhnya akan dibayar secara tunai, berdasarkan Akta Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka PMHMETD II PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk No. 19 tanggal 9 Desember 2022 yang dibuat dihadapan Ashoya Ratam, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta.

CIMBS memiliki dana yang cukup dan sanggup untuk melaksanakan kewajibannya sebagai pembeli siaga dibuktikan dengan rekening koran pada Bank CIMB Niaga per tanggal 8 Desember 2022.

Apabila setelah pelaksanaan HMETD oleh pemegang HMETD, alokasi pemesanan saham tambahan oleh pemegang HMETD dan penyetoran oleh CIMBS selaku pembeli siaga sesuai komitmennya, masih terdapat sisa saham, maka sisa saham tersebut tidak akan diterbitkan dari portepel.

Berikut jadwal rights issue BTN (BBTN):

Rights Issue, BTN (BBTN) Tetapkan Harga Pelaksanaan Rp 1.200
Sumber: Perseroan

Editor: Theresa Sandra Desfika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 2 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 3 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia