Bumi Serpong Damai (BSDE) Kantongi Kredit Rp 1 T
JAKARTA, investor.id - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menandatangani perjanjian fasilitas kredit term loan dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 1 triliun dan fasilitas treasury line sebesar US$ 2 juta yang dapat dimanfaatkan perseroan sampai 84 bulan sejak tanggal penarikan pertama.
“Masing-masing fasilitas kredit tersebut akan digunakan untuk ekspansi usaha ataupun corporate action lainnya, serta dalam rangka lindung nilai (hedging) atas risiko nilai tukar valuta asing dan interest rate. Fasilitas kredit ini dijamin oleh jaminan tanah milik perseroan,” jelas Direktur Bumi Serpong Damai (BSDE) Hermawan Wijaya pada keterbukaan informasi Jumat (16/12/2022).
Hermawan menambahkan, tersedianya masing-masing fasilitas kredit tersebut, perseroan memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam memanfaatkan alokasi penggunaan dana untuk kegiatan operasional maupun aksi korporasi BSDE. Selain itu, perseroan juga terlindungi dari risiko fluktuasi kurs di tengah ketidakpastian kondisi global saat ini.
“Perseroan dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tidak memiliki hubungan afiliasi,” tegas dia.
Sebagai catatan, hingga kuartal III-2022, BSDE telah menorehkan prapenjualan Rp 6,7 triliun. Perolehan tersebut setara 87% dari target tahunan yang ditetapkan Rp 7,7 triliun oleh anggota pengembang terkemuka Sinar Mas Land tersebut.
Menurut Hermawan, pencapaian tersebut on-track dengan target yang ditetapkan sebelumnya. Optimisme dikarenakan pencapaian pada tahun ini lebih baik ketimbang tahun lalu.
Dia menjelaskan, prapenjualan residensial yang dibukukan sebesar Rp 3,9 triliun, berkontribusi 58% terhadap total yang dicapai. Sedangkan prapenjualan komersial termasuk kavling tanah komersial, apartemen (strata title), dan ruko mencapai Rp 1,9 triliun, mewakili kontribusi 28%.
Baca Juga:
Berkolaborasi dengan Bukit Asam (PTBA), Laba RMK Energy (RMKE) Diprediksi Lanjutkan PertumbuhanSelain itu, tahun ini tercatat Rp 972 miliar tanah terjual kepada perusahaan patungan atau setara dengan 14% dari total penjualan 9 bulan.
Angka prapenjualan ditopang oleh beberapa proyek dan klaster termasuk produk rumah tapak di BSD City. Di antaranya The Blizfield, Myza (Breezy House), Vanya Park (Askara Nue), Tanakayu (Jiva, Svani, Svadhi dan Svasti), Enchante, dan Kiyomi dan Kanade - The Zora (pasar segmen atas untuk rumah tapak).
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler


