Jumat, 15 Mei 2026

Bumi Serpong Damai (BSDE) Kantongi Kredit Rp 1 T

Penulis : Zsazya Senorita
16 Des 2022 | 19:44 WIB
BAGIKAN
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Foto: Perseroan.
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE). Foto: Perseroan.

JAKARTA, investor.id - PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menandatangani perjanjian fasilitas kredit term loan dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebesar Rp 1 triliun dan fasilitas treasury line sebesar US$ 2 juta yang dapat dimanfaatkan perseroan sampai 84 bulan sejak tanggal penarikan pertama.

“Masing-masing fasilitas kredit tersebut akan digunakan untuk ekspansi usaha ataupun corporate action lainnya, serta dalam rangka lindung nilai (hedging) atas risiko nilai tukar valuta asing dan interest rate. Fasilitas kredit ini dijamin oleh jaminan tanah milik perseroan,” jelas Direktur Bumi Serpong Damai (BSDE) Hermawan Wijaya pada keterbukaan informasi Jumat (16/12/2022).

Hermawan menambahkan, tersedianya masing-masing fasilitas kredit tersebut, perseroan memiliki ruang gerak yang lebih luas dalam memanfaatkan alokasi penggunaan dana untuk kegiatan operasional maupun aksi korporasi BSDE. Selain itu, perseroan juga terlindungi dari risiko fluktuasi kurs di tengah ketidakpastian kondisi global saat ini.

ADVERTISEMENT

“Perseroan dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk tidak memiliki hubungan afiliasi,” tegas dia.

Sebagai catatan, hingga kuartal III-2022, BSDE telah menorehkan prapenjualan Rp 6,7 triliun. Perolehan tersebut setara 87% dari target tahunan yang ditetapkan Rp 7,7 triliun oleh anggota pengembang terkemuka Sinar Mas Land tersebut.

Menurut Hermawan, pencapaian tersebut on-track dengan target yang ditetapkan sebelumnya. Optimisme dikarenakan pencapaian pada tahun ini lebih baik ketimbang tahun lalu.

Dia menjelaskan, prapenjualan residensial yang dibukukan sebesar Rp 3,9 triliun, berkontribusi 58% terhadap total yang dicapai. Sedangkan prapenjualan komersial termasuk kavling tanah komersial, apartemen (strata title), dan ruko mencapai Rp 1,9 triliun, mewakili kontribusi 28%.

Selain itu, tahun ini tercatat Rp 972 miliar tanah terjual kepada perusahaan patungan atau setara dengan 14% dari total penjualan 9 bulan.

Angka prapenjualan ditopang oleh beberapa proyek dan klaster termasuk produk rumah tapak di BSD City. Di antaranya The Blizfield, Myza (Breezy House), Vanya Park (Askara Nue), Tanakayu (Jiva, Svani, Svadhi dan Svasti), Enchante, dan Kiyomi dan Kanade - The Zora (pasar segmen atas untuk rumah tapak).

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 45 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 47 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia