Jumat, 15 Mei 2026

Kejar Penguatan Distribusi, Wahana Inti (NASI) Yakin Pendapatan dan Laba Melesat

Penulis : Parluhutan Situmorang
19 Des 2022 | 07:14 WIB
BAGIKAN
Direktur Utama PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI)  Piero Mustafa (kanan) dan Direktur NASI Darwis Mustapa usai pencatatan perdana saham NASI di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/12/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Humas BEI
Direktur Utama PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) Piero Mustafa (kanan) dan Direktur NASI Darwis Mustapa usai pencatatan perdana saham NASI di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (13/12/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Humas BEI

JAKARTA, Investor.id - PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) telah meluncurkan sejumlah inisiasi untuk mendongkrak penjualan ke depan. Di antaranya penguatan jaringan logistik dengan menggandeng beberapa marketplace dan startup, seperti SayurBox, ePorter, Jagapati, OrganicBox.

Wahana Inti Makmur merupakan produsen dan pemasok beras, terlebih beras khusus atau customize untuk kebutuhan industri hotel, restoran, dan kafe (Horeka). Sedangkan stok beras didapatkan dengan menganut sistem pertanian plasma bekerja sama dengan petani untuk menghasilkan beras berkualitas tinggi yang dapat diproduksi secara berkelanjutan.

Direktur Utama Wahana Inti Makmur Piero Mustafa sebelumnya mengatakan, penguatan jaringan distribusi akan mempermudah pelanggan untuk mendapatkan beragam jenis beras produksi beras perusahaan. Semua jenis beras itu tersedia di platform e-commerce, seperti SayurBox dan marketplace lainnya. Kerja sama ini meyakinkan perseroan untuk menggenjot penjualan tahun 2022.

ADVERTISEMENT

"Pelanggan di berbagai sektor, seperti pasar-pasar, hotel, restoran, katering dan ritel baik pusat dan daerah juga dapat melakukan pembelian dengan jenis beras custom yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Kami juga sudah bekerja sama dengan grup horeka besar yang memasok beras ke seluruh Indonesia," kata Piero di Jakarta, beberapa waktu lalu,

Metode kerja sama, terang Piero, akan menyentuh sisi hulu hingga hilir sektor pertanian. Kerja sama ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Saat ini, ekosistem seperti perusahaan, SayurBox dan lainnya menghubungkan mereka dengan lebih dari ribuan pelanggan bisnisnya. Pelanggan yang memanfaatkan platform dan SayurBox ini sambung Piero mulai dari usaha kecil dan menengah (UKM), hotel, restoran, serta katering.

Saat ini, Wahana Ini memproduksi berbagai macam beras sesuai dengan kebutuhan pelanggan untuk masakan Jepang, Korea, Thailand, Taiwan, India, Arab yang membutuhkan beras jenis khusus untuk cita rasa masakannya.

“Kami memiliki segmentasi yang khusus dan pangsa pasarnya sangat luas. Kami menguasai hulu hingga hilir untuk beras khusus tersebut. Kami main di supermarket, e-commerce dan marketplace lalu langsung memasok ke grup-grup horeka juga. Konsumennya loyal dan saat ini era orang yang lebih memperhatikan kesehatan, alami, fashion, lifestyle,” ujar Piero.

Hingga kuartal III-2022, perseroan membukukan penurunan penjualan dari Rp 45,22 miliar menjadi Rp 41,70 miliar. Meski demikian laba bersih perseroan justru melonjak dari Rp 432,66 juta menjadi Rp 706,02 juta. Hal ini membuat laba bersih per saham dasar naik dari Rp 1,35 menjadi Rp 1,79 per saham.

Akhir pekan lalu, saham NASI ditutup naik tipis menjadi Rp 96. Saham produsen beras ini bergerak dalam rentang Rp 95-113 sepanjang Desember 2022 berjalan.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 8 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia