Jumat, 15 Mei 2026

Data Manufaktur dan Jasa AS Dirilis Pesimis, Topang Gerak Emas

Penulis : Indah Handayani
19 Des 2022 | 10:37 WIB
BAGIKAN
Tumpukan emas batangan pada uang kertas dolar Amerika Serikat. (Foto: ANTARA/Shutterstock/aa)
Tumpukan emas batangan pada uang kertas dolar Amerika Serikat. (Foto: ANTARA/Shutterstock/aa)

JAKARTA, investor.id - Harga emas bergerak menguat di zona US$ 1.795,89 per troy ons pada Senin pagi (19/12/2022). Penguatan tersebut terjadi setelah pembacaan awal aktivitas manufaktur dan jasa Amerika Serikat (AS) dirilis pesimis.

Tim Research and Development ICDX menjelaskan, indeks dolar bergerak melemah usai dirilisnya pembacaan data dari sektor bisnis manufaktur dan jasa AS yang pesimis menopang pergerakan emas di awal pekan. S&P Global merilis US Flash Services PMI di angka indeks 44,4.

“Angka itu lebih rendah dibandingkan pembacaan sebelumnya 46,2 dan ekspektasi 46,5,” tulis Tim Research and Development ICDX dalam risetnya, Senin (17/12/2022).

ADVERTISEMENT

Sementara US Manufacturing, Tim Research and Development ICDX menyebut PMI dilaporkan di angka indeks 46,2 dibandingkan laporan sebelumnya dan ekspektasi di angka 47,7. Angka indeks di bawah level 50 mengindikasikan kontraksi di industri manufaktur dan jasa.

“Dirilisnya data PMI menunjukkan kebijakan suku bunga oleh bank sentral AS untuk menjinakkan transaksi membebani aktivitas perekonomian,” tambah Tim Research and Development ICDX.

Tim Research and Development ICDX menyebut, melemahnya kinerja indeks dolar menjadikan mata uang tersebut lebih terjangkau bagi pemegang mata uang lainnya memberi kesempatan bagi harga emas untuk pulih.

Tim Research and Development ICDX memprediksi harga emas menguat dengan support saat ini beralih ke area US$ 1.784,38 dan resistance terdekatnya berada di area US$ 1.801,45. “Support terjauhnya berada di area US$ 1.774,22 hingga ke area US$ 1.769,15. Sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 1.811,01 hingga ke area US$ 1.816,22,” tutup Tim Research and Development ICDX.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia